Upaya untuk bisa mandiri pangan bisa Kamu usahakan dengan memanfaatkan kebun, tegalan, atau pekarangan rumah untuk ditanami dengan umbi-umbian. Salah satunya adalah tanaman talas yang bisa jadi makanan pokok pengganti nasi sekaligus bisa jadi camilan sehat untuk keluarga. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga bisa jadi sumber pendapatan bagi keluarga.
Mengenal Lebih Jauh Tanaman Talas
Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan tanaman talas atau Colocasia esculenta yang merupakan tanaman umbi-umbian yang penting. Umbi atau bonggol talas tumbuh di dalam tanah. Untuk tinggi tanaman bisa mencapai 04 sampai 1,5 meter. Daunnya berwarna hijau dan ujung meruncing.
Talas yang merupakan salah satu sumber karbohidrat ini dimakan bagia umbinya. Namu, umbi talas mengandung getah yang menyebabkan gatal jadi harus dimasak sebelum dikonsumsi. Pengolahan umbi talas bisa dengan direbus, dikukus, digoreng, sampai dilah menjadi tepung dan keripik. Selain umbinya, daun talas juga bisa dimasak menjadi sayuran. Pucuk daun talas yang masih muda ini sering dimasak dengan santan atau digulai.
4 Hama dan Penyakit yang Bisa Menyerang Talas
Talas adalah salah satu jenis tanaman yan bisa tumbuh sepanjang tahun. Akan tetapi tanaman talas juga tidak terhindari dari resiko serangan hama yang menyebabkan hasil panen talas tidak maksimal. Untuk penyakit talas sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor antara lain virus, bakteri, hamur, bahkan bisa karena serangan serangga.
Di bawah ini adalah beberapa contoh hama dann penyakit dari tanaman talas yang harus Kamu tahu sebelum mulai membudidayakan tanaman pangan kaya karbohidrat ini, antara lain :
1. Serangga Aphis
Serangga ini mengeluarkan cairan madu yang membuat semut-semut jadi tertarik sehingga bisa menggantu pertumbuhan tanaman talas. Selain itu serangga aphis ini menghisap cairan pada daun sehingga daun talas mengering dan bisa keriting. Pengendalian serangga ini adalah dengan menggunakan insektisida.
2. Ulat Heppotion calerino
Ulat ini ukurannya besar dan mengancam pertumbuhan talas karena memakan helai daun talas. Bahkan ulat ini bisa jga memakan pelepah talas bahkan bisa berakitbat pohon talas jadi gundul.
Untuk mengendalikan hama yang satu ini maka diperlukan pembajakan tanah yang akan ditanamin talas selanjutnya. Hal ini membantu menghilangkan kepompong ulat yang bersembunyi di dalam tanah. Seperti halnya pada Aphis di atas, pengendalikan hama bisa juga dengan cara kimiawi dengan insektisida.
3. Serangga Bemisia tabacci
Serangga dewasa jenis ini bisa menghisap cairan pada daun dan berada di atas daun. Akibatnya adalah daun menguning yang membuat pertumbuhan pada tanaman talas jadi terhambat. Pengendalian hama ini bisa dengan cara kimiawi yaitu dengan menggunakan insektisida.
4. Penyakit hawar daun
Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak kehitaman pada daun. Daun akan menjadi kering. Salah satu langkah pencegahan dari penyakit hawar daun adalah pemilihan varietas talas yang bisa tahan dengan penyakit ini.
Manfaat Tanaman Talas sehingga Banyak Diminati Pasar
Bukan hanya mengandung karbohidrat dan mengenyangkan saja, namun talas juga menghasilkan umbi yang kaya akan berbagai nutrisi di dalamnya. Beberapa diantaranya adalah Serat, Mangan, Fosfor, Vitamin C, Vitamin E, Magnesium, dan lain sebagainya.
Konsumsi talas juga sering jadi pilihan karena bisa membantu mengontrol gula darah, bisa menjadi bahan baku pangan, dan bisa untuk berbagai industri sampai untuk diekspor. Talas juga sering diolah menjadi berbagai jenis pangan olahan seperti keripik, tepung, dan berbagai jenis kue.