Tanaman umbi-umbian sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak jaman dulu sebagai makanan sumber karbohidrat yang mengenyangkan khususnya berupa ubi. Jenis tanaman umbi-umbian ini bisa juga menjadi snack seperti direbus atau dijadikan keripik. Bahkan banyak olahan masa kini yang menggunakan bahan baku ubi ini.
5 Jenis Tanaman Umbi-Umbian yang Kaya Karbohidrat
Untuk jenis umbi sendiri sangat beragam yang dijadikan masyaraat sebagai sumber pangan. Tanaman ini juga mudah dibudidayakan tanpa perawatan yang rumit sehingga sering ditanam mulai di kebun, ladang sampai di pekarangan rumah. Beberapa jenis umbi-umbian yang sering jadi bahan pangan pengganti nasi di Indonesia adalah :
1. Ubi jalar
Jenis ubi ini sangat populer dan memiliki berbagai jenis seperti ubi cilembu, ubi ungu, ubi putih, ubi orange, dan lain sebagainya. Rasanya manis dan teksturnya halus saat direbus. Selain direbus, ubi jalar jadi panganan populer di Indonesia dengan cara di goreng sampai dioven.
2. Ubi kayu
Kamu mungkin menyebutnya dengan singkong atau ketela pohon. Ubi ini memang memiliki batang yang berkayu dan dapat dibudidayakan dengan cara distek. Makanan yang identik dengan ubi kayu ini adalah singkong keju, keripik singkong, dan tiwul sebagai makanan pokok pengganti nasi.
3. Ubi talas
Pohon talas memiliki ubi yang bisa dimakan. Talas juga sering disebut sebagai keladi dengan rasa yang manis dan daging umbinya berwarna putih. Pengolahan talas sendiri harus cermat agar tidak gatal. Kamu bisa merendamnya dengan air garam terlebih dhaulu lalu mencucinya sampai bersih sebelum dimasak.
4. Gembili
Gembili juga sering disebut dengan nama lainnya antara lain gembolo dan merupakan tanaman pangan sumber karbohidrat, memiliki kulit berwarna coklat muda yang tipis. Warna daging umbinya adalah putih dan rasanya manis. Pengolahan gembili yang paling umum adalah dengan cara direbus atau dikukus. Tanaman ini juga merupakan tanaman rambuat dengan batangnya yang memiliki duri.
5. Gadung
Gadung yang memiliki nama lain Dioscorea hispida ini adalah tanaman umbi yang dapat diolah menjadi sumber pangan yang bergizi asal diolah dengan tepat. Pasalnya, umbi ini mengandung senyawa dioskorin yang sifatnya toksik.
Prosesnya pengolahannya harus melalui tahap perendaman selama beberapa hari dengan mengganti airnya secara berkala. Jika sudah maka umbi gadung harus direbus dulu beberapa jam. Lalu, umbi dikeringkan. Kamu juga bisa menggunakan abu saat perendama untuk mengurangi kadar racun di dalamnya.
Bagaimana Cara Budidaya Tanaman Umbi-Umbian
Tanaman umbi menyimpan buah dan sayuran di dalam tanah dan beberapa jenisnya sering jadi pengganti bahan pokok seperti yang sudah disebutkan diatas. Lalu, bagaimana cara budidayanyadan tips menanamnya yang benar?
Yang pertama dalah mempersiapkan bibit unggul. Lalu, jangan lupa untuk mengolah tanah dengan benar dan jika perlu tambahkan unsur hara agar tanah jadi gembur. Dengan demikian, umbi-umbian bisa tumbuh dengan baik. Penyiangan juga bsia dilakukan agar nutrisi di dalam tanah bisa terfokus pada tanaman umbi yang Kamu budidayakan.
Tanaman umbi-umbian ini memiliki potensi yang besar di pasaran. Apalagi di masyarakat sudah melek akan diversifikasi makanan. Penggantian makanan pokok dari nasi menjadi umbi-umbian juga sering dilakukan untuk alasan kesehatan. Kamu bisa mencari tahu kondisi tanah dan cuaca di lingkunganmu lalu temukan jenis umbi-umbian yang bisa Kamu tanam. Jika tidak memiliki lahan luas maka Kamu bisa menggunakan raised bed atau bahkan pot.