Saat ini, semakin banyak orang yang menyadari berharganya kesehatan. Hal tersebut sangat mempengaruhi bagaimana masyarakat memilih bahan makanan untuk dikonsumsi sehari-hari. Bahkan, mereka rela membayar lebih mahal untuk mendapatkan bahan makanan berkualitas. Salah satu bahan makanan yang banyak dicari untuk meningkatkan kualitas hidup adalah sayuran organik.
Sayuran organik sendiri adalah sayur-sayuran yag dibudidayakan tanpa menggunakan bahan kimia, termasuk dalam membasmi hama maupun pemupukan. Oleh karena itu, sayuran organik memiliki kandungan residu yang sedikit dibandingkan sayuran nonorganik.
Apa Bedanya Sayuran Organik dan Nonorganik
Sayuran organik sebenarnya bisa Kamu tanam sendiri dirumah dengan tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia. Jadi, pupuk yang diandalkan adalah dari pupuk organik misalnya kotoran hewan. Namun, di supermarket, Kamu juga bisa membeli sayuran yang sudah memiliki label khusus untuk mengenali jenis sayuran organik.
Dalam budidayanya, sayuran organik dan nonorganik tentu berbeda. Misalnya adalah dalam pemilihan bibit dan proses pengolahan tanah. Jenis pupuk yang sering digunakan untuk sayuran organik adalah pupuk kandang dan kompos buatan sendiri. Untuk mengusir hama, petani sayuran organik bisa menggunakan pestisida nabati atau pestisida organik.
7 Tips Budidaya Sayuran Organik
Budidaya sayuran organk bukan hanya untuk dinikmati oleh keluarga namun juga bisa menjadi sumber pendapatan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kamu bisa menjual sayuran organik agar bisa menjadi salah satu sumber pendapatan. Untuk budidaya sayuran organik hasil melimpah, Kamu bisa memperhatikan beberapa tips di bawah ini :
1. Pilih bibit yang tepat
Pilih jenis bibit sayuran yang bisa tumbuh degan baik pada jenis tanah dan jenis iklim di daerahmu. Untuk wilayah dataran rendah, tanaman brokoli atau kembang kol kurang cocok. Sedangkan jenis tanaman bayam dan kangkung bisa jadi pilihan untuk hasil yang melimpah. Jenis bibibt juga bisa Kamu beli dan pilih yang sudah memiliki sertifikat tanpa pestisida dan bahan kimia lain.
2. Sediakan media tanam yang subur
Tambahan pupuk kandang dan kompos pada media tanam bisa membantu tanah memiliki lebih banyak unsur hara. Jadi, tanah bisa subur untuk menumbuhkan sayuran organik. Sekam akar dan cocopeat juga bisa ditambahkan agar kelembapan tanah bisa terjaga.
3. Membuat bedengan
Cara ini lebih menguras tenaga jika dibandingkan menggunakan pot saja. Akan tetapi, keuntungan menggunakan bedengan adalah bisa memperpanjang musim tanam sayuran organik. Hasil panen bisa lebih optimal dan melimpah serta lebih mudah untuk pengolahan tanah untuk ditanami jenis sayuran yang lainnya.
4. Lakukan rotasi tanam
Cara ini bisa membantu untuk memutus rantai perkembangan hama dan penyakit pada tanaman. Maka dari itu, pengolahan sebelum menamam bibit sayuran juga sangat penting untuk dilakukan.
5. Menghindari bahan kimia untuk pengendalian hama
Cara mengendalikan hama untuk sayuran organik adalah dengan menggunakan pestisida nabati. Contohnya adalah bisa menggunakan daun sirsak, ekstrak sirih, tembakau, dan lain sebagainya.
Keuntungan Budidaya Sayuran Organik
Meskipun membutuhkan tenaga lebih besar namun menanam sayuran organik akan memberikan berbagai keuntungan tersendiri, seperti halnya :
- Bisa menyediakan sayuran bernutrisi tinggi dan berkualitas bagi keluarga
- Lebih hemat tanpa perlu belanja sayur kapan pun dibutuhkan
- Lebih ramah lingkungan karena tanpa bahan kimia yang bisa merusak tanah dan air
- Lebih sehat karena tanpa residu perstisida atau lebih sedikit residu pestisida
Jadi, ada lebih banyak keuntungan jika menanam sayuran organik sendiri. Kamu bisa mulai dengan memanfaatkan media tanam di pot atau polybag. Cara ini lebih mudah, praktis, dan tanpa modal besar. Ilmu dan tata cara pertanian organik pun lebih mudah Kamu akses baik lewat buku maupun online.