Palawija menawarkan banyak manfaat dan kelebihan saat dibudidayakan. Palawija sendiri merupakan tanaman hasil panen kedua setelah tanaman padi. Sebagai contoh adalah ketika musim kemarau, petani dapat menggantikan tanaman padi dengan jenis tanaman palawija untuk dibudidayakan.
Beberapa contoh tanaman palawija adalah singkong, ubi jalar, kacang tanah. jagung, kedelai, kacang hijau, dan lain sebagainya. Petani bisa dapat membudidayakannya dan mendapatkan berbagai manfaat yang ditawarkan saat melakukan budidaya jenis tanaman yang satu ini. Berikut adalah keuntungan menanam palawija.
Meningkatkan Penghasilan bagi Para Petani
Saat di luar musim padi, petani dapat membudidayakan tanaman palawija. Dengan demikian, lahan yang dimiliki juga tidak akan menganggur. Alhasil, petani dapat melakukan panen lebih dari sekali dalam setahun ketika mengganti padi dengan jenis tanaman palawija.
Setelah tanaman palawija dipanen, petani bisa mendapatkan penghasilan lebih dengan cara menjualnya. Apalagi, tak sedikit jenis palawija yang banyak dicari di pasaran sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani. Penjualan hasil panen untuk palawija juga bisa dilakukan di berbagai tempat dengan berbagai cara.
Mendukung Rotasi Tanaman
Rotasi tanaman pada suatu lahan menawarkan banyak manfaat. Rotasi tanaman padi dan palawija memungkinkan penurunan risiko hama dan juga penyakit yang biasanya menyerang jika satu jenis tanaman dibudidayakan secara terus menerus. Dengan rotasi tanaman, siklus hidup hama dan penyakit dapat terputus.
Manfaat lain dari rotasi tanaman yang bisa didapatkan adalah untuk memperbaiki struktur tanah. Membudidayakan tanaman dengan sistem perakaran yang berbeda bisa membentu memperkuat struktur tanah hingga meningkatkan aerasi.
Permintaan Pasar yang Cukup Tinggi
Permintaan palawija di pasaran juga cukup baik. Berbagai jenis palawija banyak dimanfaatkan bukan hanya untuk keperluan konsumsi langsung, melainkan juga diolah menjadi berbagai produk yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sebagai contoh adalah jagung untuk pangan manusia, ternak, hingga untuk industri makanan ringan.
Contoh lainnya adalah kedelai yang tak hanya bisa dijadikan sebagai bahan baku untuk pembuatan tahu dan tempe, namun juga dibuat untuk kecap. Ada juga kacang tanah yang diolah menjadi bahan baku makanan olahan hingga minyak, serta masih banyak contoh lainnya.
Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional
Palawija merupakan sumber pangan yang penting dengan berbagai kelebihan termasuk kandungan karbohidrat, protein nabati, serat, serta vitamin di dalamnya. Dengan menanam palawija, hal ini akan mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat terhadap beras.
Dengan alasan di atas, hal ini juga akan turut meningkatkan ketahanan pangan nasional. Selain itu, jika produksi dalam negeri bagus dan berlimpah, maka impor bahan makanan dari jenis palawija juga bisa lebih ditekan lantaran produksi nasional yang sudah mencukupi.
Efisiensi Penggunaan Air
Banyak jenis tanaman palawija yang tidak membutuhkan air sebanyak padi. Dengan demikian, palawija tertentu cocok untuk dibudidayakan saat musim kemarau. Hal ini juga turut memberikan efisiensi penggunaan air, menghemat air irigasi, dan juga menjaga keberlanjutan sumber air di suatu tempat.
Menjaga Lingkungan
Kelebihan lainnya yang ditawarkan saat membudidayakan tanaman palawija adalah dapat mencegah terjadinya erosi yang di sebabkan oleh air hujan. Hal ini bisa terjadi karena tanaman palawija yang ditanam di lahan kering atau berlereng dapat membantu menutup permukaan tanah.
Manfaat menanam palawija untuk lingkungan bukan hanya itu saja. Adapun manfaat lain dari budidaya jenis tanaman ini adalah penanaman beragam jenis tanaman berpotensi meningkatkan keanekaragaman hayati yang ada di lahan pertanian.