Saat ini, semakin banyak orang yang memahami pentingnya diversifikasi pangan. Salah satunya adalah sebagai usaha untuk memberikan nutrisi yang lebih beragam kepada keluarga. Diversifikasi pangan ini bisa diartikan sebagai upaya untuk penganekaragaman produksi pangan lokal non beras. Contoh tanaman yang bisa digunakan adalah tanaman palawija yang budidayanya bisa untuk lahan kering.
Apa Pentingnya Diversifikasi Pangan?
Diverisifikasi pangan adalah salah satu upaya untuk menyediakan makanan konsumsi yang beragam dan bergizi yang mengandalkan pangan lokal. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk menghindari ketergantungan Kita pada jenis pangan tertentu, misalnya beras.
Manfaat utama dari upaya ini adalah agar masyarakat dan keluarga bisa mendapatkan makanan yang berkualitas dan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Pasalnya, sumber daya pangan lokal masih perlu ditingkatkan dan dimanfaatkan.
Contoh Diversifikasi Pangan
Pangan lokal sangat bermanfaat untuk stok pangan bagi keluarga jadi tidak harus mengandalkan beras sebagai makanan pokok. Misalnya untuk wilayah yang kering maka bisa menanam singkong yang relatif tahan terhadap musim kering. Singkong ini bisa menjadi makanan pokok dan diolah menjadi nasi tiwul.
Contoh lainnya adalah sagu juga bisa menjadi makanan pokok pengganti beras. Masih ada berbagai jenis makanan lokal yang jadi andalan seperti talas, kentang, ubi jalar, dan jagung.
Apa Saja Tantangan Diversifikasi Pangan
Salah satu tantangan pada program tersebut adalah mindset masyarakat “belum makan kalo belum sama nasi”. Hal ini yang membuat nasi menjadi makanan pokok yang banyak dicari masyarakat. Padahal, di setiap daerah memiliki makanan lokal sendiri yang mengenyangkan dan kaya nutrisi.
Untuk memperkenalkan makanan pokok seperti sagu, singkong, dan nasi jagung perlu pembiasaan pada generasi sekarang. Apalagi makanan palawija termasuk talas, kentang, jagung, kedelai dan lainsebgaianya bukan hanya sebagai sumber energi namun juga kaya serat serta berbagai nutrisi lainnya. Selain jadi makanan pokok, pangan lokal bisa diolah jadi camilan sehat bagi keluarga.
Makanan Pokok di Indonesia Selain Nasi
Secara lebih rinci, di bawah ini ada beberapa jenis makanan pokok di Indonesia selain nasi yang bisa jadi pilihan bagi keluarga Kita yang bisa membuat nutrisi jadi beragam, antara lain :
1. Jagung
Jagung jadi makanan pokok bagi sebagian wilayah Indonesia. Pengolahannya adalah dengan mengeringkan biji jagung lalu ditumbuk. Lalu, jagung direndam dan ditumbuk lagi sampai menjadi tepung atau yang sering disebut sebgaai sekelan. Setelah dikukus, maka siap menjadi makanan pokok yang disajikan dengan lauk pauk.
2. Kentang
Kentang menjadi jenis umbi-umbian yang juga menjadi alternatif makanan pokok bagi berbagai negara termasuk sebagian masyarakat di Indonesia. Kentang goreng kaya akan karbohidrat sehingga cocok menjadi pengganti nasi yang pengolahannya bisa dpanggang, direbus, atau dijadikan mashed potato.
3. Singkong
Singkong adalah salah satu jenis umbi-umbian yang bisa diolah menjadi makanan pokok yang dimakan dengan lauk yaitu dengan diolah menjadi nasi tiwul. Penyimpanan singong kering juga relatif awet sehingga bisa jadi stok pangan keluarga. Keunggulan singkong sebagai makanan pokok pengganti nasi adalah mengandung indek glikemik rendah sehingga aman bagi penderita diabetes.
4. Kimpul
Anak muda saat ini mungkin jarang mendengar makanan kimpul. Kimpul adalah umbi-umbian dengan nilai gizi yang tinggi, kaya kalsium dan mengenyangkan. Selain jadi makanan pengganti nasi, kimpul bisa diolah menjadi berbagai snack sampai menjadi tepung.
Masih banyak makanan pangan yang jadi alternatif nasi sehingga program diversifikasi pangan bisa sukses. Beberapa jenis tanaman tersebut adalah talas, sorgum, gadung, sukun, ubi jalar, dan lain sebagainya.