Budidaya tanaman pangan adalah salah satu peluang bagi petani agar menciptakan sumber penghasilan yang menjanjikan. Jika selama ini beras selalu jadi andalan maka Kamu bisa melirik ubi jalar atau ketela rambat sebagai komoditi yang bisa Kamu budidayakan. Namun sebelum itu, Kamu bisa mencari Informasi dulu tentang tantangan dalam budidaya ubi jalar yang bisa beresiko pada gagal panen.
Penyebab Ubi Jalar Bisa Terancam Ubi Jalar Gagal Panen
Ubi jalar adalah tanaman pangan dengan berbagai manfaat dan kaya akan energi dan karbohidrat. Di dalam umbi ubi jalar ini juga mengandung Zat besi, Fosfor, Kalsium, dan lain sebagainya. Tanaman ini memangmudah dibudidayakan dengan bibit vegetatif atau stek maupun dengan umbinya. Untuk resiko dari tanaman ini adalah dari berbagai faktor terutama hama, seperti halnya :
1. Hama penggerek batang
Pada budidaya ubi jalar, keberadana hama ini bsia jadi ancaman yang paling mematikan karena bisa menyerang langsung ke bagian umbinya. Larva dari hama ini akan membuat lubang-lubang kehitaman dan membuat ubi jalar jadi tidak bisa dikonsumsi. Serangan hama ini sangat mempengaruhi produksi hasil panen.
2. Hama tungau merah
Tanaman ubi jalar juga tidak lepas dari ancaman hama tungau merah. Ciri-ciri jika tanaman terjangkit hama ini adalah daun ubi jalar berwarna kekuningan dan coklat layaknya terbakar. Hama ini sangat kecil sehingga sulit terdeteksi dan mengisap cairan pada sel daun.
3. Penyakit hawar daun
Penyebab dari penyakit ini adalah karena serangan jamur Cercospora spp atau Alternaria spp yang bisa menyebabkan gejala berua daun menjadi kering dan rontok. Daun juga akan muncul bercak coklat yang bisa membuat terjadi pengurangan fotosintesis pada daun. Akibat selanjutnya adalah umbi yang dihasilkan bisa berkurang dan tidak bisa produksi maksimal.
4. Penyakit Layu Fusarium
Ciri-ciir jika tanaman ubi jalar terkena penyakit ini adalah daun menguning, layu bahkan bisa rontok. Akibatnya adalah hasil panen ubi jalar bisa berkurang karena umbi tidak bisa tumbuh dengan baik.
5. Virus daun keriting
Penyakit pada ubi jalar ini disebabkan karena ditularkan oleh serangga vektor yang menyebabkan daun mudah jadi keriting dan menguning. Penyebaran penyakit ini yang sudah meluas akan sulit dikendalikan dan mengancam hasil panen ubi jalar.
6. Busuk umbi
Penyakit pada ubi jalar ini bisa disebabkan oleh bakteri Erwinia spp dimana gejala yang muncul adalah umi menjadi lembek dan bau busuk. Akibatnya, umbi tidak bisa dijual atau dikonsumsi.
Cara Petani Mengoptimalkan Hasil Panen Ubi Jalar
Petani ubi jalar bisa menerapkan pengendilan hama secara terpadu antara lain dengan penggunaan varietas unggul tahan lama dan memaksimalkan sanitasi lahan sehingga lebih minim terjangkit hama. Upaya lainnya adalah dengan melakukan rotasi tanaman dan bisa juga dengan penggunaan pestisida juga sering jadi pilihan terakhir untuk menekan populasi hama.
Jadi, pengendalian hama salah satu faktor yang sangat mempengaruhi hasil panen pentani ubi jalar. Dengan demikian maka petani bisa mendapatkan nilai ekonimi lebih tinggi jika umbi ubi jalar bisa besar dan tidak terserang hama maupun penyakit.
Seperti halnya budidaya berbagai tanaman pangan lainnya, ubi jalar tidak luput dari ancaman resiko baik dari hama maupun penyakit. Untuk itu, mencari referensi tentang penanganan dan pencegahannya bisa Kamu lakukan sedini mungkin. Cara ini bisa membantumu bisa panen ubi jalar dengan ukuran besar dan maksimal.