Masalah pangan memang jadi PR penting bagi keluarga sehingga jika memiliki sawah, ladang, atau tegal sebaiknya dimanfaatkan sebaik mungkin. Salah satunya adalah dengan menanam palawija. Tanaman ini bisa menjadi solusi pangan bagi keluarga serta bisa dijual sebagai sumber pendapatan.
Apalagi, tren mandiri pangan sudah banyak dikampanyekan sehingga semakin banyak edukasi tentang cara pengolahan lahan sampai dengan budidaya tanaman. Pilih jenis tanaman yang tepat sesuai dengan kondisi lahan, iklim serta cuaca agar bisa mendapatkan hasil panen melimpah.
Apa yang Dimaksud dengan Palawija
Jika memiliki sawah atau ladang maka sebaiknya dimanfaatkan dengan menanami tumbuhan palawija khususnya pada musim kemarau. Pasalnya, salah satu fungsi utama menanam palawija adalah untuk rotasi tanaman jika musim kemarau datang.
Secara umum, palawija bisa dartikan sebagai tanaman yang ditanam saat musim padi sudah selesai atau tanaman hasil pertanian selain tanaman padi. Beberapa contoh tanaman palawija ini adalah jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu atau singkong, ubi jalar atau ketela rambat, dan ada juga tumbuhan kacang hijau.
Keuntungan Menanam Palawija
Menanam palawija jadi solusi agar sawah atau ladang tetap produktif meskipun sudah musim kemarau dan terbatas air. Di lahan kering, pemilihan palawija adalah solusi yang terbaik apalagi jika tidak ada irigasi.
Mengapa palawija dijadikan pilihan petani? Selain alasan di atas, palawija juga menjadi tanaman hemat air sehingga tidak perlu irigasi atau pengairan yang berlimpah. Selain itu tanaman palawija juga jadi sumber pangan yang baik untuk keluarga karena mengandung berbagai nutrisi seperti jadi sumber energi, sumber protein, bahkan berbagai mineral esensial bagi tubuh juga terdapat pada palawija.
Tanaman palawija juga memiliki sisi ekonomi yang tinggi karena dibutuhkan untuk pengolahan makanan secara tradisional maupun untuk kebutuhan industri. Misalnya kedelai dibutuhkan untuk pembuatan tahu, tempe, dan kecap manis. Sedangkan singkong dibutuhkan untuk pembuatan tepung singkong sampai tape dan nasi tiwul. Jadi, setiap tanaman palawija memiliki pasar tersendiri dan bisa memberi keuntungan secara ekonomi.
Yang tidak kalah penting, tanaman palawija bisa jadi cadangan makanan untuk keluarga. Hal ini karena palawija yang kering seperti jagung, kedelai, kacang hijau yang sudah kering bisa bertahan lama dengan penyimpanan yang tepat. Jadi, kebutuhan pangan untuk keluarga sudah terpenuhi selain dengan stok padi dan beras di rumah.
Untuk Apa Saja Contoh Penggunaan Palawija
Di bawah ini akan diberikan contoh lebih detail tentang penggunaan dan pemanfaatkan tanaman palawija, antara lain :
- Jagung : tanaman ini dimanfaatkan untuk bahan pokok pengganti nasi atau nasi jagung yang sangat populer serta untuk menyuplai kebutuhan industri pakan ternak.
- Kacang tanah : kacang tanah jadi bahan utama untuk pembuatan berbagai camilan, bahan pokok untuk pabrik berbagai jenis makanan serta jadi bahan pembuatan minyak kacang
- Kedelai : yang paling dikenal adalah produk tahu dan tempe serta ada juga susu kedelai yang menggunakan kedelai sebagai bahan utama.
- Ubi jalar : banyak pabrik makanan ringan yang membutuhkan suplai ubi jalar sebagai bahan utamanya serta bisa diolah jadi tepung bebas gluten.
- Kacang hijau : selain sebagai makanan tradisional sebagai bubur, bahan kue, sampai minuman, kacang hijau juga memiliki potensi ekspor yang menjanjikan
Menanam palawija bukan hanya memanfaatkan tanah kering di musim kemarau saja namun juga membantu penyediaan pangan keluarga serta bisa memberi nilai ekonomi yang tinggi.