blog
6 Februari 2026
3 menit baca

Bagaimana Upaya Mengendalikan Hama Tikus Sawah dan Apa Saja Kerugiannya

Cara-cara mengendalikan tikus sawah agar tidak merugikan petani dan mengurangi hasil panennya seperti dengan pengendalian secara alami

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Bagaimana Upaya Mengendalikan Hama Tikus Sawah dan Apa Saja Kerugiannya

Salah satu tantangan dalam dunia pertanian padi adalah maraknya hama. Salah satunya yang bisa sampai membuat petani rugi adalah hama tikus yang menyerang padi. Jenis tikus sawah atau Ratus argentiventer bisa menyerang padi sejak mulai masa semai bahkan sampai pasca panen. Oleh karena itu, saat tikus sawah sudah mulai marak maka perlu adanya pengendalian yang tepat.

Ancaman Tikus Sawah bagi Petani

Tikus sawah bisa berkembang bahkan sampai sulit dikendalikan karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena melimpahnya pakan di sekitar mereka. Selain itu, tersedianya tempat berlindung serta musuh alami tikus sudah berkurang menjadikan populasi tikus jadi tidak terkendali.

Yang sering dilakukan petani adalah mengendalikan hama tikus sawah di awal musim tanam serta pada masa reproduksi. Perlu diketahui juga bahwa ancaman hama ini bukan hanya dari tikus lokal saja namun juga dari tikus yang bermigrasi.

Kerugian Akibat Hama Tikus Sawah

Tikus sawah mengakibatkan kerugian bagi para petani padi. Beberapa diantaranya adalah tikus sawah bisa memakan bibit padi yang masih muda atau baru disemai. Tikus juga bisa merusak batang padi serta akibat selanjutnya bisa mengurangi hasil panen para petani padi.

Untuk itu, tikus sawah harus dikendalikan agar tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi petani. Pengendalian bisa dengan cara alami sampai kimiawi yang tentunya harus aman dan tidak merusak lingkungan.

Cara Mengendalikan Tikus Sawah

Untuk bisa mengendalikan populasai hama tikus sawah maka bisa dengan cara yang bisa dilakukan petani, antara lain :

  • Mengelola ekosistem pertanian dengan tepat : Cara ini bisa dilakukan dengan membersihkan tanggul-tanggul irigasi sampai dengan semak-semak di sawah sehingga tidak ada lagi tempat perlindungan bagi tikus. Petani juga bisa melepas musuh alami tikus seperti kucing, ular, burung hantu sampai musang untuk mengurangi populasi tikus sawah.
  • Gropyok massal oleh petani : Petani secara beramai-ramai mencari dan membongkar liang sarang tikus sawah, menangkap dan mematikan tikus sawah.
  • Fumigasi : Cara ini disebut sebagai pengemposan belerang dengan cara membakar belerang dimana asapnya diarahkan ke lubang sarang tikus di sawah.
  • Penggiringan tikus ke jaring : Para petani bisa memasang jaring di satu sisi sawah. Lalu orang-orang menggiring tikus ke arah jaring dengan bunyi-bunyian, bisa menggunakan kaleng bekas. Cara ini bisa dibantu dengan memberikan kalsium karbid atau CaC yang dimasukkan ke lubang tikus lalu disiram dengan air. Tikus akan keluar dan terjebak menuju jaring.
  • Menggunakan racun tikus : Penggunaan rodentisida atau racun tikus bisa jadi pilihan untuk mengurangi populasi tikus. Penggunaan obat ini harus hati-hati karena ditakutkan akan berdampak pada organisme non target yang malah merugikan petani. Agar aman, gunakan bahan kimia yang sesuai regulasi dan patuhi SOP yang ada.

Pengendalian hama khususnya tikus memang membutuhkan usaha bukan hanya dari individu namun juga bersama-sama petani lainnya. Petani juga perlu melakukan kolaborasi dengan penyuluh pertanian sehingga akan didapatkan cara pengendalian hama tikus yang aman dan efektif. Pengendalian hama tikus yang tepat dan berbasis lingkungan bisa jadi pilihan.

Upaya diatas bisa membantu untuk mengurangi populasi tikus sawah yang selanjutnya membantu petani mengurangi kerugian akibat serangan tikus. Solusi yang tepat bisa membantu peningkatan produktivitas gabah atau padi oleh petani. Alam dan lingkungan juga terjaga saat petani menggunakan cara yang aman untuk mengendalikan tikus sawah. Selanjutnya, kesejahteraan petani bisa terus meningkat.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.