Pemenuhan pangan di Indonesia bisa diupayakan dengan melakukan budidaya tanaman pangan sendiri. Salah satunya adalah kedelai yang jadi sumber protein nabati utama khususnya di Indonesia. Kedelai jadi bahan untuk pembuatan tahu, tempe, kecap, susu kedelai dan berbagai makanan lainnya. Untuk itu, untuk pemenuhan supplai kedelai maka petani bisa memilih untuk bertani jenis pangan ini.
Cara Budidaya Kedelai Hasil Melimpah
Bagi anak muda yang melihat kedelai sebagai peluang menjanjikan maka bisa mulai belajar bertani kedelai. Pelajari dulu cara budidayanya agar hasil panennya melimpah. Di bawah ini ada beberapa tahapan cara menanam sampe merawat kedelai, antara lain :
1. Pengolahan lahan
Lahan yang akan ditanami kedelai harus bersih dari sisa tanaman sebelumnya termasuk rumput dan semak. Langkah ini bisa dilakukan dengan pencangkulan dan tanah dibiarkan terangin-angin selama 5 sampai 7 hari. Pada tahap ini dilakukan juga penggemburan tanah dengan pemberikan pupuk organik dan melakukan pemerataan tanah.
2. Pemilihan benih kedelai
Mulai dulu dengan memilih benih kedelai yang akan ditanam. Pilih benih yang tahan hama serta cocok ditanam di lahan yang Kamu miliki. Kriteria benih unggulan lainnya adalah produktivitasnya tinggi, umur panen yang pendek, serta ukuran biji kedelai yang besar.
3. Menanam kedelai
Untuk menanam bibit yang sudah disiapkan maka Kamu bisa membuat lubang dulu dengan kedalaman kurang lebih 2 cm dengan jarak tanam 40 cm x 15 cm. Setiap lubang tanam isi dengan 3 biji kedelai lalu tutup dengan tanah.
4. Perawatan tanaman kedelai
Merawat tanaman kedelai ini hampir sama dengan jenis tanaman palawija lainnya. Yang pertama adalah pengendalian gulma. Untuk langkah ini maka petani bisa menggunakan mulsa. Yang kedua adlaah penyulaman untuk memastikan tidak ada tanaman yang mai pada lubang tanam. Jika ada yang mati maka segera lakukan penyulaman.
Yang tidak kalah penting adalah melakukan pengairan atau penyiraman pada tanaman kedelai agar tanaman tumbuh optimal. Untuk pengendalian gulma yang sudah terlanjur tumbuh maka harus disiangi sehingga tidak mengganggu pertumbuhan kedelai.
5. Pemupukan tanaman kedelai
Pemupukan bisa dilakukan secara organik dan bisa secara kimiawi. Petani bisa menggunakan urea dan KCl agar hasil panen bisa maksimal. Takaran pupuk ini bisa sesuai dengan area pertanian kedelai yang Kamu miliki dan pastikan untuk tidak berlebihan.
Untuk Apa Saja Pemanfaatan Kedelai
Kedelai sangat dicari oleh pasar sampai harus impor. Hal ini tentu membuka peluang bagi petani untuk berlomba menghasilkan kedelai berkualitas agar bisa terserap oleh pasar.
Pemanfaatan kedelai sendiri secara tradisional masih sangat tinggi bahkan sejak jaman dahulu. Kedelai diolah menjadi berbagai makanan sumber protein nabati yang sangat diandalkan seperti untuk pembuatan tempe, tahu, tauco, kecap, susu kedelai, dan lain sebagainya.
Kedelai juga jadi pakan untuk ternak karena kandungan protein yang sangat tinggi dan bisa juga jadi bahan untuk pembuatan minyak kedelai. Bahkan ampas kedelai pun juga masih bisa digunakan untuk pembuatan oncom, tempe gembus, kerupuk ampas tahu, dan lain sebagainya.
Jadi, kedelai memiliki nilai yang tinggi dan bisa dimanfaatkan untuk UMKM sampai dengan industri. Kamu bisa melihat peluang dari usaha pertanian kedelai dan memiliki jenis varietas yang unggul untuk dibudidayakan dan agar bisa bersaing dengan kedelai impor.