Kentang menjadi salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi termasuk di Indonesia. Dalam budidaya tanaman kentang dibutuhkan tanah yang gembur serta tidak padat. Inilah kenapa, pengolahan tanah sebelum ditanami penting dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Cara Olah Tanah Tanaman Kentang
Pengolahan tanah yang tepat berpengaruh pada kualitas pertumbuhan dan juga hasil panen kentang nantinya. Dengan kondisi tanah yang sudah dipersiapkan dengan baik, maka kualitas umbi yang dipanen juga bisa lebih berkualitas. Berikut ini adalah beberapa cara olah tanah sebelum ditanami kentang.
Pembersihan Lahan
Lahan yang akan digunakan sebaiknya dibersihkan dari hal-hal yang sekiranya bisa menganggu pertumbuhan tanaman. Dalam hal ini, gulma, semak, dan juga batu-batuan bisa disingkirkan. Bersihkan juga dari sisa-sisa tumbuhan yang telah menjadi sampah.
Memastikan Tanah Gembur Sebelum Ditanami
Jika sudah menentukan dimana lahan yang akan digunakan, maka bisa dilanjutkan dengan membuat tanahnya menjadi gembur. Penggemburan tanah bisa dilakukan dengan cara dibajak atau dengan dicangkul sampai dengan kedalaman sekitar 30 cm. Tanah yang gembur lebih baik dalam menyerang air dan oksigen.
Setelah proses pembajakan selesai dilakukan, maka tanah tersebut dapat dibiarkan terbuka selama 15 hari. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan berbagai manfaat termasuk supaya gas beracun yang sebelumnya ada di dalam tanah keluar hingga memberikan waktu bagi tanah untuk memperbaiki aerasi.
Dilanjutkan dengan Membuat Garitan
Petani juga perlu membuat garitan atau alur tanam. Namun sebelumnya, Anda perlu mencangkul tanah kembali guna memastikan kondisi tanahnya sudah gembur dan rata. Untuk garitannya bisa dibuat dengan kedalaman 7 sampai 10 cm. Perhatikan juga jarak antar garitan yang berguna untuk memberi ruang umbi untuk berkembang.
Dengan jarak yang tepat yakni sekitar 70 sampai dengan 80 cm, tanaman bisa tumbuh dengan lebih baik dan kuat. Bibit kentang sendiri nantinya akan ditempatkan ke dalam garitan yang sudah dibuat tersebut.
Lakukan Pemupukan
Pemupukan dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah yang akan digunakan. Adapun jenis pupuk yang bisa dipakai adalah pupuk organik atau yang anorganik. Penggunaan pupuk sendiri bisa dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dari tanaman.
Keuntungan Budidaya Tanaman Kentang
Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan melakukan budidaya tanaman kentang. Mulai dari potensi keuntungan yang tak sedikit hingga mendapatkan stok sayuran kentang segar untuk memasak sehari-hari di rumah.
Mendapatkan Keuntungan secara Ekonomi
Kentang sendiri memiliki permintaan pasar yang stabil. Jika hasil panennya banyak, Anda pun bisa menjualnya lagi untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Anda pun bisa menjual hasil panen dengan berbagai cara yakni ke pasar, tetangga, atau bahkan dijual dengan online.
Kentang juga bisa diolah dengan banyak cara untuk kemudian dijual lagi. Kentang bisa dibuat menjadi keripik kentang, kentang goreng, dan lain sebagainya. Tentunya, hal ini bisa menjadi potensi bisnis untuk menambah penghasilan.
Memiliki Stok Kentang yang Segar
Dengan menanam kentang di lahan sendiri, Anda juga tak perlu lagi sering membeli kentang di pasar. Hal ini tentu menguntungkan terutama bagi Anda yang suka mengolah kentang untuk berbagai kebutuhan memasak entah untuk dijadikan sebagai lauk, camilan, dan lain sebagainya.
Memanfaatkan Lahan
Daripada dibiarkan begitu saja lahan yang menganggur, maka bisa digunakan untuk melakukan budidaya tanaman kentang. Selain di tanah, kentang juga bisa dibudidayakan di pot hingga polybag terutama jika lahan yang dimiliki terbatas.