Wilayah daratan Indonesia yang sangat luas menjadi salah satu faktor kenapa kedelai jadi salah satu prorudk pertanian yang sangat menjanjikan. Ditambah lagi dengan iklim tropis maka pertanian palawija khususnya kedelai memiliki prospek yang bagus.
Di Indonesia sendiri, kedelai sering jadi bahan baku utama untuk produksi makanan sebagai sumber protein nabati yang utama. Beberapa contohnya adalah untuk tempe, tahu, tauco, dan lain sebagainya.
Kapan Kedelai Siap Dipanen
Di Indonesia, umumnya kedelai di tanam di dataran rendah khususnya pada lahan yang tidak mengandung air. Penanaman kedelai dilakukan petani saat musim kemarau kedua. Untuk waktu tanamnya sering kali diawali dengan padi, lalu padi lagi baru kemudian kedelai. Namun hal ini tergantung juga pada jenis lahan serta daerahnya.
Untuk usia panennya sendiri tergantung pada varietas kedelai yang dibudidayakan. Misalnya pada kedelai genjah maka bisa dipanen saaat umur kurang dari 80 hari. Namun pada umumnya, kedelai siap panen saat usia 70 sampei 90 hari.
Selain itu, umur kedelai juga didasarkan pada ketinggian tempat atau lahan dimana semakin tinggi tempatnya maka waktu panennya akan semakin lama. Panen kedelai ini sebaiknya pada hari yang cerah dan pagi hari agar tidak terkena air atau hujan agar terjaga kualitasnya.
Cara Panen Kedelai agar Kualitas Terjaga
Agar panen kedelai bisa sukses tanpa mengurangi kualitas kedelai maka ada berbagai hal yang perlu diperhatikan, seperti halnya beberapa hal di bawah ini :
1. Panen pada saat usia kedelai sudah cukup
Panen kedelai terlalu awal maupun terlalu telat bisa mengurangi kualitas kedelai. Cara panennya adalah dengan mencabut tanaman ke akarnya. Petani juga sering panen dengan cara memotong padi dengan sabit sehingga bisa lebih cepat dan mudah saat mengangkutnya.
2. Pengeringan
Brangkasan kedelai yang sudah dipanen harus dikeringkan terlebih dahulu agar kadar airnya berkurang. Jika sudah benar-benar kering maka kedelai akan lebih aman dan bisa lebih lama disimpan.
Cara tradisional untuk mengeringkan kedelai ini adalah dengan dijemur di bawah sinar matahri langsung. Selain itu, proses pengeringan brangkasan kedelai bisa juga dengan teknologi pengering agar lebih cepat dan tidak takut terkena hujan.
3. Perontokan biji kedelai
Tahap paska panen untuk kedelai memang cukup panjang. Setelah kering maka selanjutnya dilakukan tahap perontokan biji kedelai. Tahap ini bisa dilakukan secara tradisional yaitu dengan memukul tumpukan brangkasan menggunakan kayu. Sedangkan cara yang modern bisa dengan mesin perontok. Jika biji kedelai sudah rontok namun belum kering maka sebaiknya dikeringkan lagi.
4. Pengemasan biji kedelai
Biji kedelai bisa dikemas dengan karung agar penyimpanan lebih aman dan siap untuk dijual. Jika menggunakan cara tradional yaitu dengan dipukul menggunakan kayu maka sebelum dikemas, biji kedelai perlu dipisahkan dari kulit polongnya agar lebih bersih.
Cara Pengolahan Kedelai
Kedelai yang sudah kering dan rontok maka bisa Kamu olah untuk menjadi berbagai produk. Pengolahan kedelai bisa dengan mengubahnya menjadi produk tahu dan tempe. Kamu juga bisa mengambil sari kedelai dan menjadikannya susu kedelai.
Camilan dari kedelai juga sangat beragam misalnya kedelai goreng dan rempeyek kedelai. Minuman fermentasi kefir kedelai juga bisa jadi salah satu ide yang cocok untuk mengolah kedelai agar meningkatkan nilai jualnya.
Jadi, kedelai adalah salah satu produk pertanian yang menjanjikan di Indonesia karena kebutuhan bahan pangan ini sangat tinggi. Kamu bisa memanfaatkan lahan bekas tanam padi di musim kemarau untuk budidaya kedelai dengan bibit unggulan terbaik.