Kentang menjadi salah satu komoditas pertanian yang banyak diminati. Bahan pangan yang satu ini dapat diolah menjadi banyak jenis makanan mulai dari kentang goreng, keripik, perkedel, dan lain sebagainya. Banyaknya olahan enak yang bisa dibuat dari kentang membuat kentang memiliki peluang pasar yang luas.
Budidaya tanaman kentang menawarkan banyak kelebihan termasuk memiliki masa panen yang relatif cepat. Agar hasil panen kentang dapat terjaga kualitasnya, maka penting bagi petani untuk memanen kentang tepat waktu yakni tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
Tanda Tanaman Kentang Siap Panen
Menentukan kapan kentang siap untuk dipanen merupakan hal yang penting bagi petani kentang. Kentang yang sudah siap dipanen biasanya menunjukkan beberapa tanda seperti yang berikut ini.
Usia Kentang Sudah Cukup
Kentang sudah bisa dipanen pada usia kisaran 90 – 120 hari atau tergantung varietas dan kondisi lingkungannya. Beberapa varietas kentang dapat dipanen secara lebih cepat, namun ada juga varietas kentang yang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan varietas yang lain untuk dipanen.
Daun dan Batang Mulai Menguning
Kentang yang siap dipanen juga dapat dilihat dari bagian daun dan juga batang tanaman. Biasanya pada bagian daun juga batang warnanya mulai menguning serta mengering secara alami.
Ukuran Umbi Sudah Sesuai
Ukuran kentang juga sebaiknya diperhatikan. Untuk memastikan jika umbi kentang sudah mencapai ukuran maksimal, petani dapat menggali beberapa umbi untuk memastikannya. Jika ukuran umbi sudah sesuai dengan karakteristik varietas yang ditanam, maka umbi kentang sudah siap untuk dipanen.
Cek Bagian Kulit Umbi
Kulit umbi yang sudah siap dipanen biasanya sudah mengeras dan juga tidak mudah terkelupas. Hal ini menjadi salah satu tanda jika umbi sudah cukup matang untuk dipanen.
Penanganan Pasca Panen
Penanganan pasca panen yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas umbi kentang. Setelah dipanen, umbi kentang sebaiknya disortir dengan dipisahkan dari umbi yang rusak atau terserang penyakit.
Panen yang dilakukan terlalu cepat biasanya akan menghasilkan umbi yang belum matang sempurna. Sedangkan jika panennya terlalu lambat, hal ini meningkatkan risiko umbi terserang hama ataupun penyakit di dalam tanah. Untuk itu, penting bagi petani untuk memantau kondisi umbinya dan lakukan panen secara tepat waktu.
Peluang Bisnis Kentang
Budidaya kentang dapat dikembangkan menjadi banyak jenis bisnis atau usaha yang menguntungkan. Kentang tak hanya bisa dijual dalam kondisi segar, melainkan juga dapat diolah dulu menjadi berbagai jenis produk sebelum dijual. Peluang bisnis kentang sendiri cukup luas, seperti beberapa pilihan usaha yang berikut ini.
Dijual Segar
Petani dapat menjual hasil panen kentang secara langsung dalam kondisi segar. Penjualan bisa dilakukan secara langsung ke konsumen, ke toko sayur, supermarket, dan lain-lain. Untuk menambah nilai produk, kentang dapat dikemas secara rapi dan pastikan kebersihannya sebelum dijual ke pelanggan.
Pemasok Usaha Kuliner
Ada banyak usaha kuliner yang membutuhkan kentang. Ada kafe, restoran, warteg, serta usaha kuliner lainnya yang membutuhkan pasokan kentang untuk keperluan usahanya. Biasanya, pemilik usaha memiliki kualitas atau standar tersendiri untuk memenuhi kebutuhan kentangnya.
Dijual dalam Bentuk Produk Olahan
Kentang dapat diolah menjadi berbagai produk siap konsumsi. Beberapa olahan kentang yang bisa dibuat antara lain adalah perkedel, kentang goreng, keripik kentang, dan lain sebagainya. Produk olahan kentang banyak disukai, sehingga pasar untuk penjualan kentang juga cukup luas.