blog
25 November 2025
3 menit baca

Hama yang Menyerang Tanaman Sorgum: Gejala dan Dampaknya

Hama pada tanaman sorgum berpotensi merugikan petani sehingga penting untuk diketahui gejala dan dampaknya untuk tindak pencegahan

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Hama yang Menyerang Tanaman Sorgum: Gejala dan Dampaknya

Sorgum merupakan salah satu alternatif bahan pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti jagung, gandum, dan juga padi. Sorgum sendiri memiliki kandungan gizi yang tinggi seperti halnya protein, serat, vitamin, karbohidrat, dan lain sebagainya.

Dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan, budidaya sorgum menjadi salah satu hal yang menarik untuk dilakukan. Namun tantangan biasanya akan selalu ada dalam melakukan budidaya tanaman, termasuk juga sorgum. Salah satu tantangan dalam budidaya tanaman sorgum adalah serangan hama seperti yang berikut ini.

Lalat Bibit

Lalat bibit menjadi salah satu jenis hama yang berpotensi menyerang tanaman sorgum ditandai dengan bibit sorgum yang layu dan mati. Tanda lain yang bisa ditemukan adalah adanya larva yang ditemukan di dalam batang yang masih muda. Serangan hama ini juga menyebabkan ujung tanaman yang menguning.

Serangan hama lalat bibit pada tanaman sorgum adalah dapat menghambat pertumbuhan awal tanaman. Selain itu, tanaman juga tidak dapat menghasilkan malai jika serangan hama yang satu ini terjadi saat fase muda.

Kutu Daun

Gejala yang muncul saat tanaman diserang kutu daun adalah munculnya embun jelaga yang terjadi akibat ekskresi madu. Gejala lainnya adalah munculnya koloni kutu yang ada di permukaan bawah daun atau bagian batang serta daun yang menguning dan melengkung.

Serangan kutu daun menyebabkan banyak dampak buruk bagi tanaman sorgum seperti terjadinya penurunan fotosintesis. Serangannya juga berdampak pada tanaman yang tumbuh kerdil hingga hasil biji yang mengalami penurunan.

Tikus

Ada juga tikus yang menjadi salah satu hama tanaman yang perlu diwaspadai. Adapun tanda serangannya antara lain adalah tanaman yang menjadi patah atau terpotong. Selain itu, malai juga bisa dimakan entah itu sebagian atau sampai habis. Petani juga bisa menemukan lubang-lubang sarang yang muncul di lahan.

Dampak yang muncul akibat serangan tikus pada tanaman sorgum adalah munculnya kerusakan pada tanaman di semua fase. Selain itu, petani juga bisa kehilangan hasil yang signifikan terutama saat menjelang panen.

Walang Sangit

Ada juga jenis hama bernama walang sangit yang dapat membuat malai yang tampak kering tidak normal. Selain itu, ia akan menyerang malai pada fase pembungaan-pengisian biji. Biji yang terserang walang sangit bisa tampak keriput dan memiliki warna yang pucat.

Salah satu dampak serangan dari walang sangit pada tanaman sorgum adalah terjadinya penurunan kualitas dan juga kuantitas dari biji.

Penggerek Batang

Penggerek batang pada tanaman sorgum menimbulkan kerusakan berupa munculnya lubang-lubang kecil pada bagian batang dari tanaman. Daun juga akan mengering terutama pada bagian tengah serta batang tanaman yang mudah patah.

Dampak yang terjadi akibat serangan penggerek batang adalah terjadinya penurunan bobot malai hingga jumlah biji. Selain itu, tanaman juga bisa tumbuh kerdil atau bahkan mati jika terjadinya serangan yang berat.

Thrips

Gejala serangan thrips antara lain adalah daun yang tampak bercak keperakan atau munculnya garis-garis yang berwarna putih. Selain itu serangan thrips juga ditandai dengan daun yang menebal dan juga pertumbuhan dari tanaman yang terhambat,

Dampak dari gangguan hama thrips pada tanaman sorgum adalah dapat menghambat pembentukan malai jika serangannya parah.

Ulat Grayak

Ada juga ulat grayak dimana serangan dari hama ini ditandai dengan kemunculan lubang besar dan juga sobekan yang tak beraturan pada bagian daun. Selain itu kotoran ulat juga menumpuk pada bagian lipatan daun.

Ulat grayak sendiri menyebabkan berbagai kerugian bagi petani. Hama ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat drastis. Belum lagi penurunan hasil panen yang dapat merugikan para petani sorgum.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.