Kacang kapri merupakan salah satu jenis sayuran dengan kandungan nutrisi yang melimpah. Konsumsi jenis sayuran yang satu ini bagus untuk kesehatan pencernaan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, memperkuat tulang, bagus untuk kesehatan mata, dan lain sebagainya.
Kacang kapri sendiri menjadi salah satu jenis tanaman yang menarik untuk dibudidayakan. Meski demikian, Anda harus waspada dengan jenis hama yang berpotensi menyerangnya. Hama yang menyerang kacang kapri sendiri ada banyak jenisnya dan menimbulkan gejala dan dampak yang beragam, seperti yang berikut ini.
Ulat Polong
Jenis hama yang satu ini dapat menyebabkan polong menjadi berlubang atau dimakan dari luar. Selain itu tumbuhan juga bisa tampak lemah dan dengan bunga yang banyak rontok. Serangan ulat polong pada tanaman kacang kapri juga menimbulkan banyak dampak kerugian.
Beberapa dampak yang bisa muncul akibat serangan ulat polong adalah terjadinya penurunan hasil panen yang signifikan. Dampak lainnya adalah polong yang gagal terbentuk dengan sempurna sehingga kualitas dari panen pun menjadi berkurang.
Thrips
Ada juga thrips yang serangannya ditandai dengan bunga yang bisa saja mengalami kerontokan sebelum polong terbentuk. Selain itu, daun juga tampak berbintik warna perak atau keperakan. Gejala lainnya adalah pertumbuhan tunas baru yang lambat.
Dampak serangan thrips pada jenis tanaman kacang kapri adalah dapat menurunkan hasil panen karena polong dan juga bunga yang menjadi rusak. Tak hanya itu saja, thrips juga bisa menjadi ventor bagi beberapa virus tanaman.
Ulat Penggerek Polong
Ulat penggerek polong merupakan jenis hama selanjutnya yang harus diwaspadai. Serangan dari hama yang satu ini bisa biasanya ditandai dengan gejala seperti bunga yang rontok dan polong yang menjadi rusak. Selain itu, petani juga bisa menemukan lubang pada bagian bunga dan juga polong.
Dampak yang muncul akibat serangan hama yang satu ini adalah terjadinya penurunan jumlah polong yang terbentuk. Selain itu, kualitas biji juga bisa menurun akibat polong yang berlubang.
Kutu Daun
Selanjutnya adalah jenis hama kutu daun yang gejala serangannya bisa berupa daun yang mengerut dan menguning. Selain itu, petani juga bisa menemukan koloni kutu yang berwarna hijau atau hitam dan dapat ditemukan di bagian bawah daun. Gejala lainnya adalah munculnya embun madu serta jamur jelaga di daun.
Dampak serangan kutu daun pada tanaman kacang kapri yaitu dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman yang menjadi terhambat. Selain itu, ham aini juga berpotensi menularkan virus pada tanaman.
Ulat Grayak
Jenis hama yang satu ini menyerang tanaman kacang kapri dan biasanya menyebabkan daun yang terkoyak atau bahkan habis dimakan. Pada jenis serangan yang berat, daun tanaman bisa saja terkoyak dan menyebabkan tanaman menjadi tampak gundul.
Dampak serangan ulat grayak pada tanaman sendiri cukup banyak termasuk terjadinya penurunan produksi polong. Hal ini bisa terjadi karena bunga atau polong muda rusak akibat serangannya. Dampak lainnya adalah tanaman yang menjadi lebih rentan terhadap penyakit akibat kemunculan luka pada tanaman yang dimakan ulat.
Lalat Kapri
Ada juga lalat kapri yang serangannya ditandai dengan kemunculan lalat larva yang menempel pada tunas muda atau daun baru. Tanda lainnya adalah batang muda yang busuk atau berlubang. Pada serangan berat, polong muda bisa gagal berkembang karena diserang oleh larva.
Akibat serangan lalat kapri sendiri bisa beragam termasuk membuat batang yang busuk atau berlubang dan mudah patah. Dampak serangan lalat kapri lainnya adalah terjadinya pengurangan hasil panen.