blog
16 November 2025
3 menit baca

Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Katuk dan Menyebabkan Kerusakan

Ada banyak jenis hama yang berpotensi menyerang tanaman katuk sehingga harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kerugian

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Katuk dan Menyebabkan Kerusakan

Serangan hama pada tanaman katuk perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan berbagai kerugian termasuk kerugian ekonomi. Hama bisa menyebakan penuruan hasil panen hingga kualitas dari daun yang dapat dihasilkan. Pada serangan yang parah, tanaman bisa saja mati.

Ada banyak jenis hama yang dapat menyerang tanaman katuk serta memunculkan beberapa gejala dan dampak yang perlu diwaspadai. Beberapa hama yang dimaksud antara lain adalah kutu daun, tungau merah, thrips, kumbang pemakan daun, dan lain sebagainya. Anda bisa cek disini untuk penjelasan lebih lengkapnya.

Kumbang Pemakan Daun

Serangan dari kumbang pemakan daun ditandai beberapa gejala seperti kumbang dewawa yang sering terlihat pada pagi atau sore hingga munculnya lubang-lubang yang tidak beraturan pada daun. Adapun daun muda biasanya yang paling sering mengalami kerusakan.

Kumbang pemakan daun yang menyerang tanaman katuk bisa menyebabkan berbagai kerusakan termasuk mengurangi area hijau daun. Serangan hama yang satu ini juga bisa menghambat pertumbuhan dari tanaman muda.

Thrips

Ada juga thrips yang serangannya ditandai dengan beberapa gejala seperti munculnya warna perak atau keabu-abuan di bagian daun hingga pucuk tanaman yang menjadi keriting. Serangan hama thrips bisa memunculkan berbagai dampak buruk bagi tanaman katuk yang terserang.

Thrips menimbulkan dampak buruk seperti menyebabkan pertumbuhan daun yang menjadi terhambat. Selain itu, terjadinya penurunan produksi daun konsumsi juga bisa terjadi akibat serangan dari hama ini.

Ulat Pemakan Daun

Ulat pemakan daun menyebabkan daun tampak tinggal tulangnya saja pada jenis serangan yang berat. Gejala serangan lainnya adalah daun tanaman menjadi berlubang atau bahkan sampai habis dimakan di bagian pinggir. Selain itu terdapat kotoran ulat di sekitar daun juga bisa menjadi salah satu gejalanya.

Ulat pemakan daun yang menyerang tanaman katuk membuat pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Selain itu, terjadi pula penurunan luas daun yang berakibat pada terganggunya proses fotosintesis. Hama ini juga membuat tanaman menjadi tampak gundul pada jenis serangan yang berat.

Kutu Daun

Tanda atau gejala tanaman katuk diserang oleh kutu daun adalah adanya koloni kutu ukuran kecil yang berwarna hitam, cokelat, atau hijau pada bagian pucuk atau bawah daun. Tanda lainnya adalah daun yang menggulung, keriting, ataupun menguning. Serangan juga memunculkan embun madu atau lapisan lengket.

Dampak serangan dari kutu daun pada tanaman katuk adalah menghambat pertumbuhan pucuk. Kutu daun juga berpotensi menjadi vektor bagi penyakit tanaman.

Bekicot/Siput

Ada juga bekicot/siput yang serangannya menyebabkan daun berlubang besar serta tidak beraturan. Tanda atau gejala lainnya adalah adanya bekas lendir pada tanah atau di bagian daun. Hama yang menganggu tanaman katuk ini juga menyebabkan berbagai dampak yang dapat merugikan petani.

Serangan bekicot/siput bisa merusak daun muda yang penting untuk dipanen. Selain itu, serangan hama ini juga dapat menghambat regenerasi daun yang baru.

Kutu Kebul

Kutu kebul menjadi salah satu hama yang juga dapat menganggu tanaman katuk. Serangan hama yang satu ini ditandai dengan gejala seperti daun yang menguning dan layu. Selain itu petani juga bisa menemukan serbuk putih yang beterbangan saat daun tanaman digoyangkan. Belum lagi adanya lapisan lengket embun madu.

Kutu kebul sendiri dapat menularkan virus tanaman hingga membuat pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Tak hanya itu, jenis hama yang menyerang tanaman katuk ini juga berpotensi merusak daun dan menghambat proses fotosintesis.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.