blog
31 Desember 2025
3 menit baca

Jenis Penyakit Tanaman Jagung di Musim Jagung

Musim penghujan, penting bagi petani untuk mengetahui beberapa jenis peyakit yang berpotensi menyerang tanaman di musim ini

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Jenis Penyakit Tanaman Jagung di Musim Jagung

Jagung merupakan salah satu komoditas pangan di Indonesia yang banyak dibudidayakan. Jagung tidak hanya berguna untuk pangan manusia, melainkan juga untuk pekan ternak, bahan baku infustri, dan lain sebagainya. Sayangnya di musim hujan, beberapa jenis penyakit jagung cenderung muncul atau semakin berkembang.

Saat musim hujan, maka kondisi lingkungan dan kelembapan yang tinggi mendukung pertumbuhan patogen. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit jagung di musim hujan lengkap dengan gejala dan juga langkah pengendalian yang dapat petani lakukan.

Karat Daun Jagung

Karat daun jagung disebabkan oleh Jamur Puccinia Polysora. Gejala yang muncul akibat serangan penyakit ini adalah daun yang menguning dan mengering. Gejala lainnya adalah kemunculan bercak kecil berwarna cokelat kemerahan seperti karat. Serangan karat daun jagung menyebabkan berbagai dampak buruk pada tanaman.

Dampak serangan penyakit karat daun jagung antara lain adalah mengakibatkan kemampuan fotosintesis menurun hingga menurunkan bobot tongkol yang dihasilkan tanaman. Petani jagung dapat melakukan pengendalian dengan cara menanam varietas yang tahan hingga melakukan pemupukan yang berimbang.

Bulai

Ada juga penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora spp. Gejala yang muncul antara lain adalah daun muda berwarna kuning pucat hingga putih hingga tanaman yang menjadi kerdil dan tidak membentuk tongkol. Dampak serangannya adalah kehilangan hasil yang signifikan hingga tanaman mati muda.

Pengendalian penyakit bulai bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pengendalian bisa dilakukan dengan cara menggunakan benih yang tahan bulai hingga mencabut dan memusnahkan tanaman sakit. Petani juga sebaiknya melakukan rotasi tanaman yang bukan jagung.

Hawar Daun

Penyebabnya adalah jamur Helminthosporum turcicum. Gejala yang muncul akibat serangan dari hawar daun adalah daun dari tanaman yang mengering dan mati lebih cepat. Selain itu, kemunculan bercak memanjang warna cokelat keabu-abuan pada daun juga bisa menjadi salah satu gejalanya.

Hawar daun yang menyerang tanaman jagung dapat menyebabkan penurunan hasil hingga menganggu fotosintesis. Untuk langkah pengendaliannya, petani bisa menggunakan varietas yang tahan dan memastikan jika jarak tanam tidak terlalu rapat.

Layu Bakteri

Layu bakteri disebabkan oleh Pantoea Stewartii yang ditandai dengan gejala seperti daun yang menguning lalu layu. Selain itu saat bagian batang dipotong maka akan keluar lendir. Dampak serangan layu bakteri adalah terjadinya penurunan populasi tanaman. Selain itu, hasil panen tanaman jagung juga akan menurun drastis.

Untuk melakukan pengendalian pada jenis penyakit yang satu ini, maka petani bisa menggunakan benih yang sehat dan bersertifikat. Selain itu, pengendalian seranggan vektor juga bisa dilakukan.

Busuk Batang dan Tongkol

Penyebab penyakit tanaman jagung yang satu ini adalah jamur Fusarium spp dan Rhizoctonia Spp. Gejalanya adalah batang bagian bawah yang membusuk dan mudah patah. Selain itu, tongkol berjamur putih atau merah muda juga bisa menjadi salah satu tandanya.

Dampak serangan busuk batang dan tongkol adalah dapat menurunkan hasil juga mutu jagung. Pengendalian pada penyakit busuk batang dan tongkol bisa dilakukan dengan memperbaiki drainase dari lahan. Selain itu, petani juga bisa menggunakan benih yang sehat hingga melakukan panen secara tepat waktu.

Untuk mencegah atau mengurangi dampak penyakit di musim hujan pada tanaman jagung, petani dapat menggunakan varietas yang tahan penyakit. Selain itu, petani juga bisa melakukan pengelolaan sisa tanaman dengan memastikan area pertanian dibersihkan dari sisa-sisa tanaman yang berpotensi menjadi tempat hidup patogen.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.