Budidaya tanaman tomat menawarkan banyak keuntungan, entah dari segi kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan. Untuk membuat tomat tumbuh semakin subur dan optimal, maka tak jarang petani menerapkan sistem tanaman pendamping. Namun tak semua tanaman cocok dijadikan pendamping bagi tanaman tomat.
Tanaman pendamping yang tidak tepat dapat memberikan berbagai dampak buruk bagi tanaman tomat yang dibudidayakan. Beberapa dampak buruk yang dimaksud antara lain adalah mendatangkan hama dan penyakit, menghambat pertumbuhan tanaman utama, kedua tanaman yang berebut nutrisi, dan lain sebagainya.
Kentang
Tanaman kentang dan juga tomat berasal dari keluarga yang sama. Jika menanam kedua jenis tanaman berdekatan, maka ditakutkan akan ada persaingan dalam memperebutkan nutrisi. Belum lagi, kedua tanaman tomat dan kentang ini juga rentan terhadap jenis serangan penyakit yang sama.
Jika sampai salah satu tanaman terserang penyakit, maka tanaman lainnya bisa saja ikut terinfeksi. Jika sudah demikian, ditakutkan penyakit bisa dengan mudah menyebar dan menjadi lebih sulit untuk dikendalikan.
Jagung
Jagung menjadi salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan dan dicari di pasaran. Sayangnya, tanaman jagung tidak cocok ditanam bersama dengan tanaman tomat karena bisa menjadi inang bagi hama seperti ulat grayak dan juga ulat buah yang juga berpotensi mennyerang tanaman tomat.
Dampak buruk lainnya adalah jagung yang tumbuh tinggi serta dapat menaungi tanaman tomat. Hal ini bisa berakibat tanaman tomat yang kekurangan cahaya hingga berdampak pada pertumbuhan yang menjadi kurang maksimal.
Terong
Ada juga terong yang masih dalam keluarga tomat. Jika menanam keduanya secara bersamaan, maka dampak buruk yang bisa terjadi karena kedua tanaman bisa bersaing dalam mendapatkan nutrisi. Apalagi, kedua jenis tanaman ini memiliki sistem perakaran dan juga kebutuhan nutrisi yang mirip.
Belum lagi, dampak lain seperti mudah terserang jenis penyakit yang sama. Beberapa jenis penyakit yang dimaksud antara lain adalah busuk akar, layu bakteri, hawar daun, dan lain sebagainya.
Kembang Kol
Menanam kembang kol dengan tanaman tomat bisa menyebabkan terjadinya persaingan nutrisi. Kembang kol sendiri membutuhkan unsur hara yang tinggi terutama nitrogen. Jika ditanam bersamaan dengan tanaman tomat, maka tanaman tomat bisa kekurangan nutrisi hingga produksi buah yang dihasilkan menurun.
Kembang kol juga dapat menarik hama seperti halnya kutu daun dan juga ulat daun. Jenis hama tersebut bisa saja berpindah ke tomat dan membuat kerusakan tanaman menjadi meningkat.
Cabai
Tanaman cabai dan juga tomat keduanya rentan terhadap jenis penyakit yang sama seperti virus mosaik dan juga layu bakteri. Jika salah satu tanaman tersebut terserang, maka penyebaran penyakit juga bisa menjadi lebih cepat.
Selain alasan di atas, tanaman cabai dan tomat juga mudah terserang jenis hama yang sama yakni thrips dan kutu daun. Adapun menanam dua tanaman yang disukai hama dalam satu area dapat membuat penyebaran hama menjadi lebih cepat dan juga mudah. Alhasil, populasi hama bisa semakin meningkat.
Brokoli
Jika tanaman yang satu ini ditanam didekat tanaman tomat, maka bisa terjadi kompetisi hara. Hal ini bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman tomat menjadi terhambat hingga terjadinya penurunan produksi buah yang akan merugikan bagi petani.
Selain dampak di atas, dampak negatif yang lain adalah terjadinya gangguan pada pertumbuhan akar. Akar tomat bisa saja terganggu dan menyebabkan penyerapan air serta nutrisi menjadi kurang optimal.