Siput merupakan salah satu jenis hama yang dapat menyerang kebun sayur. Jenis hama yang satu ini menyerang dengan cara memakan daun bahkan bibit sayuran yang baru tumbuh. Akibatnya pertumbuhan tanaman bisa terganggu sekaligus meningkatkan risiko penurunan hasil panen.
Tanda Serangan Siput pada Sayuran
Serangan siput sering terjadi pada tanaman muda seperti bayam, selada, dan juga sawi. Kondisi lingkungan yang lembap menjadi salah satu pemicu serangan hama ini. Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan jika sayuran di kebun tengah diserang oleh siput.
· Daun sayuran berlubang dan dengan bentuk yang tidak beraturan
· Terdapat jejak lendir yang mengkilap di bagian daun, batang, atau bisa juga ditemukan di permukaan tanah
· Bibit tanaman yang baru tumbuh bisa saja tiba-tiba rusak atau habis dimakan siput
Tips Cegah dan Atasi Serangan Siput di Kebun Sayuran
Jika kebun sayuran diserang siput, maka petani dapat segera melakukan pengendalian. Pengendalian dapat dilakukan secara manual dengan cara mengambil siput yang tampak, menjaga kebersihan area kebun, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa tips mencegah dan mengusir siput yang bisa dilakukan.
Ambil Siput secara Manual
Pada tahap serangan yang ringan, maka cara yang satu ini dapat dilakukan. Anda bisa melakukan pengecekan di bawah daun, pinggir bedengan, sela-sela tanaman, bawah pot, dan lain sebagainya. Pengambilan siput yang dilakukan secara rutin dapat mengurangi populasi hama ini di kebun.
Jaga Kebersihan Area Kebun
Menjaga kebersihan area kebun tidak hanya mengurangi potensi siput menyerang tanaman, melainkan juga menjaga agar kebun tetap rapi. Lingkungan yang terawat dan bersih dapat menekan siput untuk berkembang biak. Kebun yang bersih juga memudahkan pemantauan kebun dari serangan siput atau hama yang lain.
Atur Jarak Tanam Antar Tanaman
Mengatur jarak antar tanaman agar tak terlalu rapat juga perlu dilakukan. Jarak antar tanaman yang terlalu rapat membuat area menjadi lebih lembap dan teduh. Hal ini dapat meningkatkan perkembangbiakan siput di kebun. Petani sebaiknya mengatur jarak antar tanaman sesuai dengan kebutuhan dari jenis sayuran yang ditanam.
Gunakan Mulsa secara Bijak di Lahan Pertanian
Penggunaan mulsa bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus menekan pertumbuhan gulma. Namun, mulsa juga bisa menjadi tempat persembunyian siput jika mulsa yang digunakan terlalu tebal dan selalu basah. Untuk itu, penting untuk memperhatikan ketebalan mulsa terutama di area yang terlalu lembap.
Memanfaatkan Musuh Alami dari Siput
Beberapa musuh alami siput yang dapat dimanfaatkan untuk menekan populasi siput antara lain adalah bebek, ayam, katak, dan lain sebagainya. Meski demikian pemanfaatan hewan-hewan tersebut perlu dilakukan secara bijak karena ditakutkan keberadaan hewan tersebut dapat ikut mengganggu tanaman.
Manfaatkan Tanaman Pengusir Siput
Cara yang satu ini juga bisa dilakukan untuk mengusir siput dari kebun. Beberapa jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman mint, rosemary, bawang putih, dan lain sebagainya. Selain dimanfaatkan untuk mengusir siput, Anda juga bisa memanfaatkan hasil panen dari tanaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Taburkan Bahan Pengusir Siput
Beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah kulit telur yang telah dihancurkan, abu dapur, dan lain-lain. Keberadaan bahan tersebut di kebun dapat menjadi penghalang alami di sekitar tanaman. Metode ini juga menjadi salah satu metode alami untuk menangkal siput tanpa harus menggunakan bahan kimia.