blog
29 Maret 2026
3 menit baca

Kenapa Tanaman Jagung bisa Gagal Panen? Ini Faktor Penyebabnya

Gagal panen pada tanaman jagung bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti serangan hama dan penyakit hingga cuaca yang ekstrem

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Kenapa Tanaman Jagung bisa Gagal Panen? Ini Faktor Penyebabnya

Jagung menjadi salah satu komoditas penting di Indonesia yang banyak dibudidayakan. Tidak hanya berguna sebagai bahan pangan bagi manusia, melainkan juga bisa untuk hewan ternak, bahkan bahan baku untuk industri. Sayangnya, meski memiliki banyak manfaat, budidaya jagung tak lepas dari banyaknya tantangan.

Beberapa tantangan selama proses budidaya bahkan bisa berpotensi menyebabkan gagal panen. Penyebabnya sangat beragam dari berbagai faktor termasuk serangan hama, serangan penyakit, faktor iklim, pengelolaan tanah, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa penyebab tanaman jagung mengalami gagal panen.

Kondisi Tanah yang Tidak Sesuai

Saat tanah yang digunakan miskin unsur hara seperti halnya kalium, fosfor, dan juga nitrogen, maka pertumbuhan jagung bisa menjadi kurang optimal. Tanaman bisa saja mengalami pertumbuhan yang lambat bahkan bisa berpengaruh pada panen yang bisa dihasilkan nantinya.

Selain itu, tanah dengan pH yang tidak tepat juga bisa menghambat pertumbuhan dari tanaman jagung. Ada baiknya jika petani jagung memastikan jika tanah pada lahan yang digunakan memiliki pH yang sesuai.

Serangan Hama

Serangan hama menjadi salah satu penyebab utama terjadinya gagal panen. Jenis hama yang menyerang tanaman jagung ada banyak jenisnya termasuk penggerek batang, tikus, ulat grayak, dan lain-lain. Ulat grayak sendiri menyebabkan tanaman yang mengalami gangguan proses fotosintesisnya.

Sedangkan hama penggerek batang dapat menyebabkan tanaman rusak dari dalam hingga menyebabkan tongkol yang dihasilkan tidak berkembang. Jika tidak tak dikendalikan dengan baik, bukan tidak mungkin gagal panen akibat serangan hama terjadi.

Serangan Penyakit

Serangan penyakit juga menjadi tantangan lainnya yang harus diwaspadai. Sama seperti hama, jenis penyakit yang bisa menyerang tanaman jagung juga ada banyak. Ada yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun jamur.

Salah satu jenis penyakit yang menyerang tanaman jagung adalah penyakit bulai. Penyakit yang satu ini menyebabkan tanaman yang tidak membentuk tongkol. Selain itu, ada juga penyakit busuk batang dan busuk tongkol yang dapat membuat kualitas dan kuantitas panen menurun.

Kesalahan dalam Penanaman

Menanam jagung tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Kesalahan dalam teknik budidaya seperti halnya jarak tanam yang terlalu rapat, waktu tanam yang tidak tepat, hingga langkah pengolahan tanah yang kurang baik bisa menyebabkan produksi jagung menurun.

Selain itu, penggunaan benih yang tidak berkualitas dan terinfeksi penyakit sejak awal juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Benih yang tidak baik bisa saja menyebabkan jagung yang gagal tumbuh atau memiliki tongkol yang kecil.

Cuaca yang Ekstrem

Kondisi cuaca juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jagung. Saat kekeringan, maka proses fotosintesis tanaman bisa saja terganggu. Sedangkan jika hujan berlebih, maka lahan jagung bisa saja rusak akibat genangan air atau bahkan banjir.

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, maka penting bagi petani untuk memperhatikan prakiraan cuaca. Selain itu, petani juga bisa mencegah hal yang tak diinginkan dengan varietas jagung yang tahan terhadap kondisi cuaca tertentu.

Faktor dari Manusia

Selain beberapa faktor di atas, maka faktor dari manusia juga bisa menjadi salah satu hal yang menyebabkan terjadinya gagal panen. Sebagai contoh, petani dengan pengetahuan cara budidaya yang kurang membuat tanaman yang dibudidayakannya tidak tumbuh dengan maksimal.

Selain itu, kurangnya pengawasan dan juga lambatnya pengendalian pada hama dan penyakit yang menyerang juga menjadi alasan lain kenapa gagal panen pada jagung bisa terjadi.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.