blog
17 Oktober 2025
3 menit baca

Langkah Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang penting untuk dikendalikan dengan baik supaya tanaman bisa tumbuh dengan optimal

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Langkah Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Bawang Merah

Bawang merah menjadi salah satu komoditas penting bagi masyarakat Indonesia. Bawang merah seringkali digunakan dalam campuran banyak jenis masakan. Tak heran jika bawang merah menjadi bahan masakan yang banyak dicari. Petani pun banyak yang membudidayakannya untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Namun, budidaya tanaman bawang merah tidak selalu lancar karena serangan hama dan penyakit. Jenis hama dan penyakit pada tanaman bawang merah sendiri ada banyak ragamnya. Mulai dari ulat grayak, thrips, fusarium, penyakit busuk daun, dan lainnya. Berikut ini langkah pengendalian hama dan penyakit yang bisa dilakukan.

Ulat Grayak

Ulat grayak menyebabkan daun berlubang atau habis dimakan terutama saat malam hari. Pengendalian bisa dilakukan dengan beberapa cara termasuk melakukan pengamatan secara rutin yang dilakukan sejak awal tanam. Selain itu, pelaku budidaya tanaman bawang merah juga bisa memasang lampu perangkap malam hari.

Cara pengendalian lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penanaman serempak guna memutus siklus hidup hama. Jika diperlukan, petani juga bisa menggunakan insektisida yang sesuai dan digunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Thrips

Jenis hama yang selanjutnya adalah thrips yang menyebabkan daun tampak berwarna keperakan hingga pertumbuhan yang menjadi terhambat. Untuk pengendalian jenis hama tanaman bawang merah yang satu ini, petani dapat memanfaatkan predator alami seperti halnya Orius spp.

Cara lainnya adalah dengan melakukan rotasi tanaman guna mencegah perkembangbiakan hama. Dalam hal ini, Anda bisa melakukan rotasi dengan jenis tanaman yang bukan inang dari hama thrips.

Lalat Penggorok Daun

Lalat penggorok daun dapat menimbulkan kerusakan pada daun, dimana bagian dari tanaman yang satu ini akan tampak belang karena adanya bekas gorokan. Ada beberapa langkah pengendalian yang dapat dilakukan petani seperti menggunakan perangkap kuning lengket.

Cara pengendalian selanjutnya adalah dengan menjaga sanitasi kebun dan membuang daun yang terserang. Cara mengatasi lalat penggorok daun juga bisa dilakukan dengan menggunakan mulsa perak untuk menganggu aktivitas dari hama yang menyerang.

Nematoda

Nematoda menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat hingga akar yang membusuk. Melakukan pengendalian pada nematoda, petani bisa melakukan rotasi tanaman dengan non-inang. Selain itu, penggunaan benih yang sehat juga bisa dilakukan supaya tanaman bisa lebih bebas dari penyakit.

Selain melakukan pengendalian dengan cara di atas, cara lainnya adalah dengan melakukan sanitasi lahan. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan sisa tanaman yang telah terinfeksi karena ditakutkan menjadi sumber penyebaran dari nematoda.

Embun Bulu

Selanjutnya ada penyakit embun bulu yang disebabkan oleh jamur perenospora destructor. Dalam usaha pengendalian embun bulu pada tanaman, petani dapat memberikan jarak tanam yang cukup. Hal ini dilakukan supaya sirkulasi udara bisa lebih baik dan kelembapannya tidak terlalu tinggi.

Langkah pengendalian lainnya adalah dengan melakukan rotasi menggunakan jenis tanaman non-inang seperti halnya jagung atau bisa juga kacang-kacangan dan lain sebagainya.

Penyakit Busuk Daun

Penyakit yang satu ini juga berpotensi menyerang tanaman bawang merah dan menyebabkan daun membusuk hingga munculnya bau busuk di bagian pangkal batang. Langkah pengendalian dapat dilakukan melalui kultur teknis seperti menggunakan bibit yang sehat dan menghindari kelembapan tinggi.

Budidaya tanaman bawang merah bisa saja menjadi kurang optimal atau bahkan gagal jika hama dan penyakit tidak dikendalikan dengan baik. Untuk itu penting mengenali jenis penyakit dan hama tanaman berikut cara pengendaliannya.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.