Palawija dapat diartikan sebagai tanaman kedua yaitu tanaman yang ditanam setelah panen padi selesai. Palawija jadi solusi tanaman di lahan yang kering dan tidak ada irigasi karena memang menjadi tanaman yang hemat air. Tanaman selain padi yang ditanam juga disebut sebagai palawija khususnya di wilayah Jawa.
Tanaman ini jadi salah satu sumber pangan bagi keluarga. Apalagi jaman dulu, makanan pokok masih bervariasi sehingga masyarakat mengandalkan palawija sebagai sumber pangan. Misalnya, singkong diolah menjadi nasi tiwul dan jagung diolah menjadi nasi jagung. Untuk saat ini, kegunaan dari palawija semakin beragam bahkan sampai jadi bahan baku untuk berbagai industri atau pabrik.
Apa Saja Manfaat Palawija
Untuk lebih lengkapnya, di bawah ini adalah berbagai manfaat dari menanam palawija oleh masyarakat, antara lain :
1. Palawija menjadi sumber makanan pokok
Tanaman palawija seperti singkong, ketela rambat dan jagung mengandung karbohidrat yang tinggi sehingga bisa jadi makanan pokok bagi keluarga. Hal ini juga bisa membantu keluarga dari ketergantungan terhadap nasi atau beras.
2. Menambah keanekaragman nutrisi bagi keluarga
Konsumsi palawija membuat nutrisi yang didapatkan keluarga jadi lebih beragam, seperti dari kacang-kacangan. Pasalnya, palawija mengandung juga serat, vitamin, mineral sehingga asupan nutrisi bagi keluarga lebih lengkap dan seimbang.
3. Lahan kosong jadi lebih bermanfaat
Meskipun pada musim kemarau dan tidak memiliki irigasi namun dengan menanam palawija maka lahan tetap bisa produktif dan bermanfaat. Untuk itu, Kamu bisa mulai menanam palawija saat memasuki musim kemarau. Selain untuk konsumsi keluarga, palawija juga bisa dijual sehingga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
4. Perawatan yang mudah
Tidak seperti padi, palawija cukup mudah dirawat dan tidak butuh banyak air. Tanaman palawija juga bisa bertahan saat kondisi kering. Apalagi, waktu panen palawija juga cukup cepat sehingga bisa petani bisa segera menikmati hasilnya.
Apa Saja Jenis Palawija yang Sering Ditanam Petani
Tanaman palawija ini sangat beragam yang bisa jadi sumber energi sampai dengan protein nabati yang diandalkan oleh masyarakat. Di bawah ini adalah contoh dari palawija yang sering ditanam oleh petani di Indonesia, antara lain :
- Jagung (Zea mays) : Di sebagain wilayah Indonesia, jagung masih menjadi makanan pokok seperti sebagian penduduk Madura. Jagung bisa ditanam di ladang, tegalan, dan sawah saat musim kemarau.
- Kedelai (Glycine max) : Makanan sumber protein ini jadi bahan utama permbuatan tahu dan tempe yang jadi lauk populer di Indonesia.
- Kacang Tanah (Arachis hypogaea) : Selain sebagai camilan sehat, kacang tanah juga menjadi sumber lemak sehat serta protein. Tanaman ini sering jadi pilihan sebagai tanaman di tegalan atau ladang yang kering.
- Kacang hijau (Vigna radiata) : Tanaman ini kaya akan serat dan portein dan tahan terhadap iklim yang kering sehingga cocok di tanam saat musim kemarau di ladang atau sawah.
- Singkong (Manihot esculenta) : Tegalan yang kering dan kurang air bisa ditanami singkong atau ketela pohon ini. Selain bisa dijual, singkong bisa dikeringkan dan jadi stok pangan yang bisa dimanfaatkan sebagai camilan maupun sebagai makanan pokok.
Masih ada berbagai jenis palawija yang bisa Kamu tanam saat musim kemarau. Bukan hanya sawah, namun palawija juga bisa jadi tanaman di pekarangan rumah yang tidak terpakai. Untuk stok pangan yang aman di rumah, lakukan penyimpanan yang tepat seperti dengan dikeringkan dahulu baru disimpan.