Bukan hanya hama dan penyakit, gulma juga menjadi salah satu tantangan yang seringkali dihadapi penyuka budidaya tanaman. Gulma sendiri adalah jenis tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak diinginkan dan seringkali mengganggu pertumbuhan dari tanaman utama.
Keberadaan gulma di kebun atau ladang seringkali dianggap merugikan. Bukan tanpa alasan melainkan karena tanaman utama harus bersaing dengan gulma untuk mendapatkan air, nutrisi, bahkan cahaya. Berikut ini ulasan mengenai dampak keberadaan gulma pada tanaman dan langkah pengendalian yang dapat dilakukan.
Dampak Gulma pada Tanaman
Keberadaan gulma dapat mengganggu tanaman karena memberikan banyak dampak negatif. Berikut ini adalah beberapa dampak yang bisa muncul akibat adanya gulma di kebun atau lahan pertanian.
Terjadinya Persaingan Air
Gulma dan tanaman utama bisa berebut mendapatkan air, apalagi jika ketersediaan air di suatu tempat terbatas. Dalam hal ini, tanaman utama bisa mengalami stres, layu, atau bahkan pertumbuhannya menjadi kurang optimal. Hal ini dapat terjadi karena gulma tumbuh cepat serta berakar dalam dan mampu menyerap air lebih banyak.
Persaingan Cahaya
Persaingan cahaya juga bsia terjadi, dimana gulma yang terkadang tumbuh lebih tinggi serta berdaun lebar sehingga dapat menutupi tanaman utama. Jika sudah demikian, tanaman budidaya bisa saja mengalami gangguan proses fotosintesis hingga pertumbuhannya menjadi terhambat.
Menjagi Inang untuk Hama dan Penyakit
Hama dan juga penyakit bisa saja berkembang di tanaman gulma. Selanjutnya, hama dan penyakit tersebut akan berpindah dan menyebar di tanaman yang dibudidayakan. Risiko serangan menjadi meningkat dan berpotensi menyebabkan kerugian atau bahkan gagal panen pada tanaman yang dibudidayakan.
Terjadinya Persaingan Unsur Hara
Gulma bisa saja menyerap unsur hara dalam jumlah yang besar. Akibatnya, tanaman yang dibudidayakan bisa mengalami kekurangan nutrisi dan terhambat pertumbuhannya. Bukan tidak mungkin jika tidak tanaman budidaya mengalami penurunan produktivitas.
Pengendalian Gulma yang Bisa Dilakukan
Dengan berbagai dampak buruk yang muncul akibat gulma, maka penting bagi pemilik lahan atau kebun untuk melakukan pengendalian. Pengendalian terhadap gulma bisa dilakukan dengan beberapa cara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa langkah pengendalian yang bisa dilakukan.
Pengendalian secara Mekanis
Untuk pengendalian mekanis, maka bisa dilakukan dengan penyiangan gulma yang dilakukan secara manual. Dalam hal ini, Anda bisa mencabut gulma menggunakan tangan. Penggunaan alat juga bisa dilakukan seperti dengan menggunakan garpu tanah, cangkul, atau alat pemotong untuk mengatasi gulma yang mengganggu.
Pengendalian secara Biologis
Langkah pengendalian selanjutnya adalah pengendalian biologis seperti menggunakan musuh alami dari gulma. Untuk cara yang satu ini, pengendalian bisa dilakukan dengan memanfaatkan serangga pemakan gulma atau mikroorganisme tertentu.
Pengendalian secara Kultur Teknis
Pengendalian ini dilakukan dengan cara melakukan pergiliran tanaman guna memutus siklus hidup dari gulma. Anda juga bisa memastikan pengaturan jarak tanam hingga melakukan pengolahan tanah yang baik sebelum digunakan untuk bercocok tanam.
Pengendalian secara Kimiawi
Cara yang satu ini juga bisa dilakukan untuk membunuh atau menekan pertumbuhan dari gulma yang menganggu tanaman utama. Pengendalian kimia sendiri tidak hanya cepat dan efektif melainkan juga bisa menghemat tenaga. Namun, pengendalian ini juga memiliki kelemahan seperti berpotensi mencemati lingkungan, dan lainnya.
Gulma menjadi salah satu tantangan dalam melakukan budidaya tanaman. Gulma menyebabkan berbagai dampak buruk bagi tanaman utama sehingga penting untuk dilakukan pengendalian dengan tepat untuk mengatasi gangguan ini.