Kangkung adalah salah satu saturan sederhana yang sangat populer di Indonesia dan berbagai negara lain seperti di Asia Tenggara sampai China. Kangkung sendiri adalah jenis tanaman tropis yang mudah dibudidayakan dan memiliki usia panen yang relatif cepat. Sayuran ini banyak dihidangkan sebagai sayuran yang ditumis, di sayur bening, sampai digoreng menjadi kangkung krispi.
Mengenal Lebih Jauh tentang Tanaman Kangkung
Meski merupakan tanaman tropis, kangkung adalah tanaman yang butuh air cukup banyak. Pasalnya, kangkung adalah tumuhan yang tumbuh di air atau di tanah yang lembab. Akarnya berbentuk serabut, memiliki bunga yang mirip terompet berwarna putih dengan ungu muda di bagian tengah. Daunnya ada yang runcing seperti anah panah dan ada yang lebih lebar dengan panjang daun 5 cm atau lebih. Batangnya berongga dan tanaman ini cepat tumbuh.
Kangkung sering jadi sayuran yang populer di berbagai negara termasuk di wilayah Asia Timur, Asia Selatan, dan tentunya di Asia Tenggara. Minimnya perawatan yang dibutuhkan membuat kangkung bisa tumbuh dengan baik di wilayah yang lembab bahkan bisa tumbuh juga di saluran air.
Dalam bahasa Inggris, Kita menyebut sayuran tersebut dengan nama water spinach dan merupakan sayuran hijau dari genus Ipomoea. Tanaman ini bisa Kamu tanam dan sering kali bisa tumbuh sendiri di sawah atau pekarangan rumah.
Apa Saja Manfaat Kangkung
Manfaat utamanya adalah untuk disajikan sebagai hidangan atau sayuran. Hal ini yang membuat kangkung laris manis di pasaran. Namun selain itu, kangkung juga memiliki berbagai manfaat lain, seperti halnya :
· Cepat tumbuh : Bahkan tanpa ditanam, kangkung bisa tumbuh dengan baik. Tanaman ini bisa juga dipanen berkali-kali jika tidak dicabut akarnya.
· Banyak yang menyukai rasanya : Banyak yang menyukai rasa kangkung yang unik. Daunnya lembut dan batangnya yang berongga rasanya renyah. Saat dimasak, kangkung bisa menyerap bumbu dengan baik sehingga sensasi gurih pada makanan lebih terasa. Hidangan populernya adalah tumis kangkung, kangkung belacan, kangkung saus tiram, cah kangkung, dan lain sebagainya.
· Bisa jadi pakan ternak : Kangkung juga bisa jadi solusi pakan ternak. Jika bagian mudanya bisa Kamu masak, maka bagian batang yang sudah keras bisa dijadikan pakan ternak.
· Mudah ditemukan di pasaran : Banyak petani yang menanam kangkung. Jadi, Kamu tidak perlu menanam sendiri dan bisa beli dengan mudah di pasaran.
Jenis-Jenis Kangkung yang Sering Kita Temui
Budidaya kangkung di Indonesia adalah usaha yang menguntungkan karena pasa usia 21 sampai 30 hari, kangkung sudah siap panen. Jenis kangkung yang bisa dibudidayakan juga beragam, antara lain ada kangkung darat dan air.
Kangkung darat memiliki daun yang lebih runcing, dijual di pasaran dengan cara diikat dan bersih karena tidak terkena lumpur. Sering kali, jenis kangkung ini dibudidatakan di pekarangan maupun bisa secara hidroponik. Sementara kangkung air bisa tumbuh secara liar dan bisa tumbuh dengan rimbun
Cara Mengolah Kangkung untuk Dimasak
Sebagai hidangan yang populer, Kamu perlu juga mengetahui bagaimana cara mengolah kangkung yang tepat, antara lain :
· Memilih kangkung dengan batang mudah dan masih renyah sehingga tidak keras saat dimasak
· Masak bagian daun yang masih segar, berwarna hijau dan tidak layu
· Sebelum memasak, Kamu harus mencucinya dulu untuk menghilangkan kotoran
· Tips memasaknya adalah bisa dengan api besar agar warnanya tetap hijau dan batangnya renyah
Makanan yang murah, bergizi, dan enak ini adalah salah satu yang menjadi favorit di berbagai negara termasuk Indonesia. Jika Kamu memiliki pekarangan, tegal, atau pot, maka Kamu bisa mulai menanam kangkung yang bisa dikonsumsi sendiri atau untuk dijual di pasar.