blog
1 Desember 2025
3 menit baca

Penyakit pada Tanaman Kacang Kapri: Penyebab, Gejala, dan Dampaknya

Penyakit pada tanaman kacang kapri perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan berbagai jenis kerugian bagi tanaman maupun petani

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Penyakit pada Tanaman Kacang Kapri: Penyebab, Gejala, dan Dampaknya

Waspada terhadap serangan penyakit pada tanaman kacang kapri merupakan hal yang harus dilakukan. Apalagi, penyakit yang menyerang jenis tanaman ini cukup beragam dan dapat menyebabkan banyak dampak kerugian. Beberapa jenis penyakit yang dimaksud ada embun bulu, karat, layu fusarium, dan lain sebagainya.

Jika tertarik untuk membudidayakan tanaman kacang kapri, maka penting untuk tahu bagaimana gejala dan dampak kerugian yang dapat dihasilkan oleh penyakit. Dengan demikian, petani bisa mencegah atau segera melakukan tindakan saat gejala dari penyakit tertentu muncul. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dimaksud.

Penyakit Embun Bulu

Penyebab dari gangguan penyakit pada tanaman kapri ini adalah jamur Peronospora Pisi. Beberapa gejala yang muncul akibat serangan embun bulu antara lain adalah munculnya lapisan warna abu-abu kebiruan di bagian bawah daun. Selain itu, daun dari tanaman yang diserang juga bisa menggulung dan akhirnya mengering.

Dampak serangan embun bulu pada tanaman kacang kapri adalah dapat mengurangi ukuran dan juga jumlah polong yang dihasilkan oleh tanaman. Selain itu, embun bulu juga berpotensi menurunkan pertumbuhan dari tanaman muda yang dibudidayakan.

Penyakit Busuk Polong

Jenis penyakit yang satu ini penyebabnya adalah jamur seperti Botrytis Cinerea. Gejala yang muncul akibat serangan penyakit busuk polong antara lain adalah munculnya bercak warna cokelat pada bagian polong hingga biji yang ada di dalam polong menjadi rusak.

Dampak serangan busuk polong pada tanaman kacang kapri adalah terjadinya penurunan kualitas dari biji kacang yang dihasilkan. Selain itu, petani tanaman kacang kapri juga bisa kehilangan hasil pada fase generatif.

Penyakit Busuk Buah

Selanjutnya adalah penyakit busuk buah yang disebabkan oleh jamur Aschochyta pisi. Beberapa tanda jika tanaman diserang oleh penyakit ini adalah munculnya bercak berwarna abu-abu pada bagian daun dan juga batang. Selain itu, buah juga bisa menjadi keriput dan dengan kualitas biji yang menurun.

Dampak kerugian yang bisa timbul akibat serangan penyakit busuk buah adalah terjadinya kerusakan polong dan juga kehilangan hasil. Belum lagi, penyakit yang satu ini juga bisa menyebar melalui benih sehingga harus diwaspadai.

Penyakit Hawar Daun

Hawar daun pada tanaman kacang kapri disebabkan oleh jamur Alternaria spp atau Cercospora Spp. Gejala yang muncul akibat serangan hawar daun pada tanaman kacang kapri adalah kemunculan bercak warna cokelat atau hitam pada bagian daun. Bercaknya juga bisa meluas hingga daun tanaman menjadi kering.

Dampak serangan penyakit hawar daun pada tanaman kacang kapri adalah terjadinya penurunan fotosintesis pada tanaman. Dampak serangan lainnya pada tanaman kacang kapri adalah menyebabkan kualitas dari polong yang dihasilkan menjadi turun.

Penyakit Karat

Penyakit tanaman kacang kapri yang selanjutnya adalah penyakit karat yang disebabkan oleh jamur Uromyces Pisi. Gejala yang muncul akibat serangan penyakit yang satu ini adalah kemunculan bintik-bintik warna cokelat jingga seperti karat di bagian daun atau bisa juga batang.

Serangan penyakit karat pada tanaman kacang kapri menyebabkan berbagai dampak kerugian karena dapat mengurangi kemampuan fotosintesis dari tanaman tanaman kacang kapri. Belum lagi penurunan kualitas dari polong yang dihasilkan juga bisa terjadi.

Itu tadi adalah beberapa jenis penyakit yang berpotensi menyerang tanaman kacang kapri. Tak hanya berpotensi merusak tanaman entah itu bagian batang, daun, dan lainnya, penyakit juga bisa menyebabkan terjadinya penurunan produksi dan juga kualitas dari polong yang dihasilkan oleh tanaman.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.