Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang dianggap penting termasuk di Indonesia. Sayangnya, budidaya tanaman ini sering kali menghadapi berbagai jenis tantangan termasuk gangguan penyakit. Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, atau karena faktor lain seperti lingkungan.
Serangan penyakit pada tanaman kedelai yang tak diatasi dengan baik dapat mengurangi hasil panen secara signifikan. Beberapa jenis penyakit yang berpotensi menyerang tanaman kedelai antara lain adalah sebagai berikut.
Penyakit Karat Daun
Penyakit karat daun pada tanaman kedelai disebabkan oleh jamur Phakopsora pachyrhizi. Serangan penyakit tanaman ini ditandai dengan beberapa gejala seperti kemunculan bercak berwarna hijau pucat hingga cokelat di permukaan daun. Daun tanaman juga menguning serta mengering. Daun juga akan gugur sebelum waktunya.
Pengendalian karat daun dilakukan dengan menggunakan varietas yang tahan. Petani juga sebaiknya menjaga sanitasi lahan yang dilakukan dengan cara membersihkan sisa tanaman yang terinfeksi. Selain itu, penggunaan fungisida juga bisa dilakukan sesuai dengan anjuran dan dosis yang diperlukan.
Penyakit Antraknosa
Penyakit antraknosa disebabkan oleh jamur Colletotrichum truncatum. Serangan penyakit antraknosa dapat dikenali dari tanda-tanda penyakit yang muncul seperti batang yang mengalami kerusakan sehingga pertumbuhan tanaman terganggu. Gejala lainnya adalah polong yang dihasilkan dapat mengerut hingga membusuk.
Petani bisa melakukan sanitasi lahan yang dilakukan dengan cara membersihkan sisa tanaman yang terinfeksi. Cara lainnya adalah dengan memusnahkan tanaman yang sakit supaya penyakit tidak menyebar ke tanaman lain. Cara lain yang bisa dilakukan petani adalah dengan melakukan rotasi tanaman yang bukan inang.
Penyakit Layu Bakteri
Layu bakteri juga menjadi salah satu jenis penyakit yang harus diwaspadai pada tanaman kedelai. Penyakit tanaman kedelai ini disebabkan oleh serangan bakteri bernama Pseudomonas solanacearum. Salah satu gejala tanaman terserang layu bakteri adalah tanaman kedelai yang tiba-tiba layu.
Gejala lain yang dapat dikenali dari serangan layu bakteri adalah pangkal batang dan akar yang mengalami perubahan warna. Pengendalian terhadap penyakit layu bakteri bisa dilakukan dengan melakukan rotasi tanaman menggunakan jenis tanaman yang bukan inang. Pastikan juga memperbaiki sistem drainase.
Penyakit Mosaik Kedelai
Penyakit mosaik tanaman kedelai disebabkan oleh Soybean mosaic virus. Gejala yang muncul akibat serangan adalah permukaan daun yang tidak rata serta daun berubah bentuk menjadi melengkung atau menggulung. Gejala lainnya adalah tanaman yang tumbuh kerdil dan terjadinya penurunan produksi polong.
Pengendalian penyakit mosaik kedelai dilakukan dengan menggunakan varietas kedelai yang tahan. Petani juga sebaiknya melakukan pengendalian hama terpadu termasuk dengan mencabut dan memusnahkan tanaman yang menunjukkan adanya gejala serangan penyakit.
Penyakit Busuk Akar dan Pangkal Batang
Penyakit tanaman kedelai ini disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani. Pada serangan berat, busuk akar dan pangkal batang dapat menyebabkan kematian serta menurunkan hasil produksi kedelai. Pengendalian penyakit tanaman kedelai ini dapat dilakukan dengan beberapa cara termasuk menggunakan benih yang berkualitas.
Petani kedelai juga sebaiknya memperbaiki sistem drainase agar lahan tanaman tidak terlalu lembap. Cara lainnya adalah dengan melakukan rotasi tanaman dengan jenis tanaman yang bukan inang jamur. Sebagai tindak pencegahan, sebaiknya tidak menggunakan lahan yang sebelumnya terkena serangan penyakit.
Serangan penyakit pada tanaman kedelai dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan bahkan potensi terjadinya gagal panen. Penting bagi petani untuk selalu waspada dan segera lakukan pengendalian dengan cara yang tepat agar penyakit tidak semakin parah dan menyebabkan kerugian yang besar.