Dalam proses budidaya tanaman jagung, petani bisa saja menghadapi masalah yang namanya jagung bogang. Jagung bogang sendiri adalah kondisi dimana tongkol jagung yang dibudidayakan tidak terisi penuh, biji yang jarang, atau bahkan kosong sama sekali. Jika sudah demikian, petani tentu akan dirugikan.
Jagung bogang membuat hasil panen menurunkan hasil panen dan juga kualitas dari jagung itu sendiri. Lantas, kenapa jagung bogang bisa terjadi? Penyebab dari jagung tidak terisi penuh bisa bermacam, seperti yang berikut ini.
Jarak Tanam Jagung yang Terlalu Rapat
Penyebabnya bisa karena jarak tanam, dimana jarak yang terlalu rapat, maka bisa menyebabkan tanaman yang hanya mampu mengisi sebagian biji saja. Bukan tanpa alasan, jarak tanam yang demikian menyebabkan terjadinya persaingan air dan juga hara antar tanaman.
Jarak tanam yang terlalu rapat juga menyebabkan terjadi persaingan cahaya pada tanaman. Belum lagi tanaman yang menjadi lebih lemah hingga tongkol yang kecil menjadi akibat lainnya dari kondisi jarak tanam yang terlalu sempit.
Serangan Hama pada Tanaman Jagung
Serangan hama pada tanaman tanaman jagung sebaiknya diwaspadai karena bisa menyebabkan berbagai jenis kerugian. Jenis hama tertentu bahkan bisa menyebabkan gangguan pembentukan biji tanaman jagung. Adapun hama yang dimaksud adalah thrips dan juga aphid.
Penggunaan Benih yang Kualitasnya Buruk
Pemilihan benih sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan. Apalagi, kualitas benih juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Penggunaan benih yang tidak berkualitas atau memiliki daya tumbuh yang rendah berpotensi menghasilkan tanaman dengan tongkol yang tidak terisi sempurna.
Tanaman Kekurangan Unsur Hara
Supaya tanaman yang dibudidayakan bisa tumbuh dengan baik dan subur, maka nutrisi juga harus cukup. Kekurangan unsur hara pada tanaman terutama pada fase pembungaan dan juga pengisian biji, maka bisa menyebabkan tongkol jagung bisa tak terisi penuh.
Tanaman Jagung Kekurangan Air
Kekurangan air pada fase seperti berbunga dan pengisian biji dapat menyebabkan pembentukan biji menjadi terhambat. Tanaman yang kekurangan air juga menyebabkan berbagai gangguan termasuk serbuk sari yang cepat mati. Selain itu, tanaman juga bisa menggugurkan bijinya karena tidak sanggup mengisi semuanya.
Kondisi Angin Terlalu Kencang atau Tidak Ada Angin
Kondisi angin juga berpengaruh pada pembentukan biji tanaman jagung. Dalam hal ini, angin yang terlalu kencang atau bahkan tidak ada angin menyebabkan serbuk sari yang jatuh tidak tepat di bagian rambut tongkol. Hal ini menyebabkan bakal biji yang tidak mendapatkan serbuk sari yang cukup untuk pembentukan biji jagung.
Curah Hujan yang Tinggi pada Musim Penghujan
Pada musim hujan, maka curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan serbuk sari yang tidak jatuh pada tempatnya. Hal ini menyebabkan pembentukan biji jagung yang tidak optimal. Di musim hujan, serangan penyakit dan juga hama bisa saja meningkat sehingga harus diwaspadai.
Ada banyak kerugian yang muncul bagi petani yang mengalami jagung bogang. Tidak hanya terjadinya penurunan hasil panen atau produksi melainkan juga penurunan kualitas dari jagung yang dihasilkan. Jika sudah demikian, harga jual bisa menjadi lebih rendah atau di bawah harga normal.
Kerugian lainnya adalah dari segi biaya produksi, dimana petani telah mengeluarkan biaya untuk pembelian benih hingga pupuk yang tidak sedikit. Belum lagi kerugian waktu dan juga tenaga yang telah dikerahkan oleh petani untuk melakukan budidaya tanaman jagung, namun hasilnya justru tidak seperti yang diharapkan.