blog
7 Februari 2026
3 menit baca

Petani Gen Z Perlu Tahu Bagaimana Tahapan Menanam Padi yang Benar

Bagi petani Gen Z perlu tahu apa saja tahapan yang dilakukan untuk menanam padi mulai dari pemilihan bibit hingga bisa menjadi padi atau gabah

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Petani Gen Z Perlu Tahu Bagaimana Tahapan Menanam Padi yang Benar

Sumber pangan di Indonesia sangat melimpah mulai dari padi, sorgum, jagung, sagu, singkong, dan lain sebagainya. Namun untuk saat ini, padi masih jadi sumber pangan utama atau makanan pokok utama bagi masyarakat Indonesia.

Untuk itu, generasi muda khususnya gen Z perlu mengetahui bagaimana menanam atau budidaya padi yang benar. Dengan demikian maka pertanian akan tetap berjalan dan bisa berkembang karena ada regenerasi.

Mengapa Padi Jadi Tanaman Pangan yang Penting bagi Indonesia?

Salah satu alasannya adalah karena padi cocok untuk iklim di Indonesia yaitu iklim tropis. Oleh karena itu tidak heran jika padi tadi tanaman penghasil pangan yang banyak ditemukan di wilayah tropis seperti Asia dan Afrika.

Alasan lain mengapa padi jadi tanaman sumber pangan yang utama adalah karena banyaknya permintaan dimana beras sudah menjadi makanan pokok masyarakat. Meskipun program diversifikasi pangan sudah digalakkan namun padi masih menjadi salah satu yang dicari oleh masyarakat sebagai makanan pokok.

Tahapan-Tahapan Menanam Padi

Bagi pemula, tentu mencari tahu cara menanam padi yang tepat akan sangat penting sebelum terjun langsung ke lapangan sehingga bisa mengetahui gambaran kerjanya. Hal ini sangat penting bagi generasi penerus yang ingin menggarap lahan milik orangtua atau ingin mandiri pangan. Di bawah ini ada beberapa tahapan dalam menanam padi, antara lain :

1. Mempersiapkan lahan tanam

Lahan pertanian tradisional adalah yang paling mudah dan cocok. Namun selain itu, Kamu bisa menanam padi di hutan alam. Lahannya harus bebas gulma dan rumput liar. Tanah di bajak dulu agar gembur lalu dialiri air. Disarankan juga untuk membuat parit dengan jarak 1,5 meter sampai 2 meter agar sirkulasi air lebih lancar.

2. Memilih benih

Ada banyak jenis benih yang bisa Kamu sesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Pilih yang unggul lalu rendam 24 jam, masukkan ke tempat yang lembab, lalu peram 36 sampai 48 jam sampai muncul kecambah yang panjangnya setengah sampai 1 cm.

3. Menyemai benih

Benih bisa disemai di ladang atau sawah langsung pada lahan yang sudah disiapkan. Kamu juga bisa menyemai di mana saja seperti besek, kotak plastik, halaman rumah. Media tanamnya harus mendapat sinar matahari yang cukup, diberikan campuran kompos dan tanah. Setelah 21 hari setelah semai maka benih padi siap ditanam atau tergantung dengan metode yang digunakan.

4. Menanam benih padi

Bibit yang siap tanam memiliki tinggi sekitar 10 cm sampai 15 cm dengan 3 sampai 4 helai daun. Saat mencabutnya harus hati-hati lalu tanam pada lubang tanam dengan jumlah 1 sampai 3 benih padi.

5. Mengairi lahan

Pemberian pasokan air sangat penting agar pertumbuhan padi bisa optimal. Untuk itu, sawah bisa memanfaatkan air tadah hutan atau bisa memanfaatkan irigasi sehingga pasikan air tercukupi pada lahan tanam.

6. Menyiangi dan memupuk padi

Penyiangan ini bisa dilakukan secara rutin atau tergantung dengan kondisi media tanam. Gulma atau rumput yang tidak segera dihilangkan bisa mengganggu pertumbuhan padi.

Selanjutnya pemupukan bisa dilakukan dengan pupuk kompos, pupuk organik, pupuk anorganik makro seperti urea dan lain sebagainya. Jika selama pertumbuhan padi Kamu menemukan hama atau penyakit maka saatnya menggunakan pestisida. Cara ini bisa mengendalikan hama yang ada. Kamu juga bisa menggunakan cara alami untuk mengendalikan hama seperti pestisida organik.

7. Memanen padi

Padi siap panen saat umurnya 97 sampai 105 hari atau tergantung varietasnya. Tanda lainnya adalah saat gabah sudah mulai menguning. Saat ini, memanen padi bisa dengan alat yang canggih seperti combine harvester sehingga lebih cocok bagi yang ingin lebih hemat tenaga dan waktu.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.