blog
1 Januari 2026
3 menit baca

Serangan Ulat Tanah pada Tanaman Jagung yang Harus Diwaspadai

Ulat tanah menyebabkan berbagai kerusakan hingga kerugian pada tanaman jagung sehingga penting untuk melakukan pengendalian secara tepat

Jojo

Ditulis oleh

Jojo

Serangan Ulat Tanah pada Tanaman Jagung yang Harus Diwaspadai

Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan menanam tanaman jagung. Jenis tanaman ini banyak dibudidayakan karena memiliki permintaan pasar yang tinggi serta bisa digunakan sebagai bahan pangan, ternak, industri, dan lain sebagainya.

Sama seperti jenis tanaman yang lain, jagung juga tak jarang diserang oleh hama yang menyebabkan berbagai kerugian bagi petani. Salah satunya adalah ulat tanah (agrotis ipsilon). Berikut ini adalah informasi mengenai gejala, dampak, dan juga langkah pengendalian yang bisa dilakukan.

Gejala Serangan Ulat Tanah

Gejala serangan ulat tanah biasanya paling sering terlihat pada fase awal pertumbuhan. Gejala yang muncul bisa berupa bibit jagung yang tampak rebah, layu mendadak, bahkan mati. Selain itu, tanaman juga biasanya terpotong di bagian pangkal batang.

Gejala lainnya adalah tanaman yang tampak tumbuh secara tidak seragam, terutama pada bagian yang lembap ataupun berlumut. Dampak serangan ulat tanah pada tanaman jagung antara lain adalah terjaadinya kematian bibit hingga kerugian hasil panen yang signifikan pada serangan berat.

Pencegahan Serangan Ulat Tanah pada Tanaman Jagung

Agar tanaman jagung yang dibudidayakan aman dari serangan ulat tanah, maka ada beberapa tindak pencegahan yang bisa dilakukan. Penting bagi petani untuk tidak memilih benih atau bibit secara sembarangan. Petani bisa menggunakan varietas jagung yang sehat dan tahan terhadap hama tanah jika tersedia.

Pencegahan lainnya bisa dilakukan dengan cara menerapkan rotasi tanaman. Dalam hal ini, petani sebaiknya menghindari untuk menanam jagung secara berturut-turut. Petani juga harus melakukan pemantauan secara rutin dengan mengamati gejala serangan yang mungkin muncul.

Perhatikan jika ada gejala-gejala yang muncul supaya tidak terlambat dalam melakukan pengendalian. Dengan demikian, kerusakan dan kerugian akibat serangan dari hama tanaman tidak semakin parah dan menimbulkan kerugian yang besar bagi petani.

Pengendalian Ulat Tanah yang Menyerang Tanaman Jagung

Ada beberapa langkah pengendalian yang bisa dilakukan untuk mengatasi serangan ulat tanah. Pengendalian bisa dilakukan dengan menyesuaikan gejala yang muncul serta tingkat keparahan dari serangan. Berikut ini adalah beberapa langkah pengendalian yang bisa dilakukan.

Pengendalian Kultur Teknis

Pengendalian yang satu ini bisa dilakukan dengan cara membersihkan gulma dan juga sisa tanaman (inang hama). Selain itu, petani juga bisa melakukan pengolahan tanah sebelum tanam. Hal ini dilakukan untuk mematikan larva atau pupa. Selain itu, penting juga untuk memastikan jarak tanam yang tepat pada tanaman jagung.

Pengendalian Secara Mekanis

Selain melakukan langkah pengendalian di atas, petani juga bisa melakukan pengendalian dengan cara menangkap dan memusnahkan ulat. Langkah ini bisa dilakukan secara manual di malam hari. Selain itu, pengendalian mekanis juga bisa dilakukan dengan menggali tanaman yang rusak dan menghancurkan ulat.

Pengendalian Hayati

Untuk pengendalian hayati, petani bisa memanfaatkan musuh alami dari hama. Dalam hal ini, petani bisa memanfaatkan burung ataupun semut. Selain itu, bisa juga menggunakan agen hayati seperti halnya Beauveria bassiana dan juga Metarhizium anisopliae.

Pengendalian Secara Kimia

Pada jenis serangan yang berat, petani jagung juga bisa melakukan pengendalian secara kimiawi. Petani bisa menggunakan insektisida yang efektif seperti klorpirifos, fipronil, atau juga lambda-sihalotrin. Pastikan untuk mengikuti aturan dosis supaya aman dan juga efektif.

Jagung menjadi salah satu tanaman pangan yang penting dan banyak dicari di pasaran. Pengendalian yang tepat penting dilakukan jika sampai tanaman terkena serangan ulat tanah melalui beberapa cara di atas.

Jojo

Jojo

Content Writer at TanamPangan

Penulis di TanamPangan yang bersemangat tentang pertanian berkelanjutan dan teknologi. Berdedikasi untuk berbagi pengetahuan dan wawasan tentang praktik dan inovasi pertanian modern.