Menentukan waktu panen padi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Panen yang dilakukan tidak tepat waktu seperti terlalu cepat dapat membuat gabah belum terisi dengan sempurna. Sedangkan jika terlalu lambat, maka penurunan kualitas hasil panen bisa saja terjadi.
Agar hasil panen lebih optimal, petani sebaiknya tahu apa saja ciri-ciri padi yang sudah memasuki masa panen. Selain itu penting juga untuk mengetahui langkah penyimpanan yang tepat untuk gabah yang telah dipanen.
Tanda Padi Siap Dipanen
Untuk mengetahui kapan harus panen, maka bisa cek warna bulir padi, usia tanaman, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tanda-tanda padi sudah siap dipanen secara lebih lengkapnya.
Usia Tanaman
Usia panen padi bisa berbeda-beda tergantung pada varietas yang ditanam. Ada varietas yang memang lebih cepat panen, namun ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama dipanen. Untuk itu, petani wajib tahu informasi mengenai kapan usia panen sesuai dengan varietas padi yang ditanam.
Warna Bulir Padi Mulai Menguning
Tanda selanjutnya menjadi salah satu tanda yang mudah dikenali. Padi yang sudah siap panen biasanya mengalami perubahan warna pada bulir padi dimana pada awalnya hijau menjadi kuning keemasan. Adanya perubahan warna menandakan jika kadar air di dalam bulir sudah berkurang.
Daun Padi Menguning
Tidak hanya pada bulir padi, daun padi juga biasanya mengalami perubahan warna. Ciri tanaman siap panen adalah terlihat bagian daun yang mulai menguning dan kering. Hal ini menjadi salah satu tanda jika padi sudah mencapai tingkat kematangan yang sudah tepat untuk dipanen.
Bulir Padi Mengeras
Bulir padi juga akan terasa keras ketika ditekan. Petani bisa mengecek dengan cara menekan atau menggigit bulir secara hati-hati. Hal ini dikarenakan bulir padi sudah penuh isian. Sedangkan saat masih muda, bulir terasa lunak karena masih banyak air di dalamnya.
Malai Semakin Menunduk
Saat sudah siap panen, malai juga akan semakin merunduk. Hal ini disebabkan karena bulir padi yang sudah semakin berat karena berisi. Meski demikian, petani tetap harus memeriksa kondisi gabah guna memastikan tingkat kematangan padi sebelum mulai dipanen.
Meningkatnya Serangan Burung
Kehadiran burung yang meningkat juga bisa menjadi salah tanda jika gabah sudah siap untuk dipanen. Saat bulir padi mulai menguning dan berisi, burung juga akan semakin tertarik untuk memakan gabah. Alhasil, aktivitas burung di sawah juga akan meningkat dibandingkan dengan sebelum padi siap panen.
Tips Penyimpanan Gabah
Cara menyimpan gabah juga harus diperhatikan supaya bisa tahan lama ketika disimpan. Penyimpanan yang baik membantu menjaga hasil panen agar tetap berkualitas. Berikut ini adalah beberapa tips penyimpanan gabah yang bisa dipraktekkan.
Melakukan Pengeringan Gabah
Supaya bisa lebih tahan lama, pengeringan menjadi salah satu proses penting dalam penyimpanan gabah. Pastikan jika gabah sudah benar-benar kering sebelum akhirnya disimpan. Salah satu langkah pengeringan yang dapat dilakukan adalah dengan menjemur gabah di bawah sinar matahari.
Gunakan Wadah yang Tepat
Sebelum disimpan, gabah sebaiknya dipisahkan dari kotoran seperti halnya tanah, batu, jerami, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk penyimpanannya, petani bisa menggunakan wadah yang bersih, kering, serta bebas dari hama. Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas gabah yang disimpan.
Simpan di Tempat yang Kering
Tempat untuk menyimpan gabah juga sebaiknya terlindung dari hujan ataupun rembesan air. Selain itu, pastikan juga untuk melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan gabah aman dari perubahan warna, bau, ataupun serangan serangga.