Ubi jalar menjadi salah satu tanaman umbi-umbian yang banyak dibudidayakan. Tak sedikit orang yang gemar menyantap ubi jalar karena banyaknya nutrisi penting yang terkandung didalamnya. Sayangnya, melakukan budidaya jenis tanaman yang satu ini tidaklah selalu lancar.
Budidaya tananaman ubi jalar bisa mengalami kendala termasuk panen umbi yang kecil dan dengan kualitas yang kurang baik. Untuk membuat tanaman umbi dapat berbuah lebat dan juga besar, maka ada beberapa tips yang bisa diterapkan, seperti yang berikut ini.
Gunakan Bibit yang Berkualitas
Bibit untuk budidaya ubi jalar sebaiknya dipilih dari tanaman induk yang sehat dan juga bebas dari hama. Selain itu, pastikan jika bibit tersebut berumur cukup. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan bibit yang bagus dan berkualitas.
Bibit yang berkualitas dapat mempercepat pertumbuhan dan juga pembentukan umbi. Untuk bisa mendapatkan umbi yang besar, Anda juga bisa pertimbangkan untuk menggunakan varietas yang memang dikenal produktif serta memiliki umbi yang besar. Selain itu, sesuaikan juga dengan kondisi lahan.
Olah Lahan dengan Baik
Pengolahan lahan juga harus dilakukan dengan tepat. Apalagi, ubi jalar membutuhkan tanah yang gembur supaya nantinya umbi bisa berkembang dengan baik dan subur. Supaya tanah yang akan digunakan untuk budidaya tanaman ubi jalar bisa gembur, petani bisa membajak atau mencangkulnya terlebih dulu.
Tanah yang gembur dan juga memiliki aerasi yang baik dapat membantu pembesaran umbi supaya bisa tumbuh dengan baik dan optimal. Sedangkan jika tanahnya padat, maka umbi bisa terhambat atau bahkan memiliki bentuk yang kurang bagus dan berukuran kecil.
Lakukan Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh petani dalam melakukan budidaya tanaman ubi jalar. Beberapa jenis hama yang menyerang jenis tanaman ini adalah ulat daun hingga penggerek umbi. Sedangkan jenis penyakitnya ada jamur tanah, busuk akar, dan lain sebagainya.
Serangan hama dan penyakit tidak hanya merusak tanaman saja, melainkan juga bisa menyebabkan tanaman menjadi stress. Jika sudah demikian, tanaman bisa saja tidak tumbuh subur apalagi membesarkan umbinya secara optimal.
Pastikan Panen di Waktu yang Tepat
Petani yang membudidayakan tanaman ubi jalar sebaiknya tahu ciri tanaman sudah siap panen. Ubi jalar sendiri biasanya siap dipanen pada umur 3, 5 sampai dengan 5 bulan atau tergantung pada varietas yang ditanam.
Dalam melakukan panen, sebaiknya tidak terlalu cepat atau terlalu lambat. Panen yang terlalu cepat bisa menghasilkan umbi yang ukurannya kecil. Sedangkan jika panennya terlalu lama, umbi bisa saja keras hingga kualitasnya menurun.
Lakukan Penyiraman dan Pengaturan Air dengan Baik
Penting juga untuk memperhatikan penyiraman dan juga drainase dari lahan yang digunakan budidaya tanaman. Tanaman ubi jalar sendiri membutuhkan air yang cukup terutama di awal pertumbuhan. Meski demikian, untuk menghindari umbi yang membusuk, maka penyiraman tak boleh dilakukan secara berlebihan.
Ketika nanti tanaman sudah mulai membentuk umbi, maka penyiraman bisa dikurangi. Adapun hal lain yang perlu diperhatikan adalah drainase. Pastikan jika lahan yang digunakan memiliki drainase yang baik.
Supaya nantinya ubi jalar bisa tumbuh dengan baik dan berbuah lebat serta besar, maka pemilihan bibit hingga perawatan harus diperhatikan dengan baik. Selain itu, lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan langkah yang tepat demi mendukung pertumbuhan dari tanaman ubi jalar.