Singkong menjadi salah satu bahan makanan yang banyak peminatnya. Singkong sendiri bukan hanya enak diolah dengan cara direbus, melainkan juga bisa dibuat menjadi berbagai jenis makanan olahan yang enak. Di Indonesia sendiri singkong banyak dibudidayakan dan dijadikan sebagai salah satu sumber penghasilan.
Selain sebagai sumber pendapatan, tanaman ini juga bisa dibudidayakan untuk kebutuhan pribadi. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan stok singkong segar tanpa harus membeli. Tertarik budidaya tanaman singkong? Maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya tanaman bisa tumbuh subur dan optimal.
Pilih Bibit Tanaman Singkong yang Memiliki Kualitas Baik
Memilih bibit yang akan digunakan untuk budidaya tanaman singkong sebaiknya tidak asal pilih. Ada baiknya jika bibit yang ditanam dipilih dari bibit yang baik dan berkualitas supaya tanaman yang ditanam bisa tumbuh sehat dan dengan daya hasil yang tinggi.
Anda juga bisa memilih bibit yang berasal dari varietas yang unggul dan tahan terhadap hama serta penyakit. Hindari bibit yang didapatkan dari tanaman yang diserang oleh kedua jenis gangguan tersebut.
Pastikan Lahan Diolah dengan Tepat Sebelum Digunakan
Selain memastikan bibitnya baik, lahan yang digunakan juga harus diolah dengan tepat. Pengolahan lahan yang benar mengurangi risiko terjadinya kegagalan panen di kemudian hari. Anda bisa mengolah tanah dengan cara di bajak atau dicangkul untuk memastikan tanahnya gembur.
Selain itu, bersihkan juga lahan tanaman singkong dari gulma yang bisa menganggu pertumbuhannya. Selain itu, sistem drainase juga harus diperhatikan supaya lahan tidak mudah tergenang air. Genangan air sendiri ditakutkan dapat merusak akar dari tanaman singkong.
Perhatikan Cara Penanaman Tanaman Singkong
Salah dalam menanam singkong bisa menghambat pertumbuhan dari tanaman itu sendiri. Hal yang perlu diperhatikan dalam menanam singkong adalah menanam bibit dengan posisi miring atau tegak serta kedalaman 5 sampai dengan 10 cm di dalam tanah. Dalam menanam usahakan juga mata tunasnya menghadap ke atas.
Jarak tanam juga sebaiknya tidak lupa diperhatikan guna memberi ruang yang cukup untuk akar singkong berkembang. Memberi jarak yang cukup diperlukan guna menghindari terjadinya persaingan tanaman untuk mendapatkan nutrisi maupun air di tanah.
Pengendalian Hama dan Penyakit yang Menyerang
Hama dan penyakit berpotensi menganggu pertumbuhan tanaman hingga bisa menyebabkan gagal panen jika serangannya parah. Beberapa jenis hama yang menyerang tanaman singkong antara lain adalah tungau merah hingga kutu putih. Sedangkan jenis penyakitnya ada busuk batang atau umbi hingga bakteri hawar daun.
Pengendalian bisa segera dilakukan supaya hama dan penyakit yang menyerang tak semakin parah. Dengan pengendalian hama juga penyakit yang tepat, kesehatan tanaman dan produktivitas juga bisa lebih terjaga.
Lakukan Perawatan Tanaman Singkong dengan Baik
Perawatan yang baik meningkatkan potensi untuk mendapatkan hasil panen optimal. Dalam hal ini, pelaku budidaya tanaman singkong sebaiknya melakukan penyiangan supaya lahan yang digunakan bisa terbebas dari yang namanya gulma. Penyiangan gulma bisa dilakukan secara berkala supaya nutrisi tanaman tidak terganggu.
Pemangkasan juga bisa dilakukan dengan tujuan untuk memastikan nutrisi tanaman terfokus pada pembentukan umbi. Caranya adalah dengan memotong daun atau cabang dari tanaman yang terlalu banyak.
Selain beberapa tips di atas, maka perhatikan juga waktu panen. Adapun salah satu penyebab terjadinya gagal panen adalah panen tanaman singkong yang dilakukan dengan terlalu cepat atau malah terlalu lambat.