Memiliki lahan berupa sawah dan ladang bisa memberikan keuntungan khususnya untuk keamanan stok pangan bagi keluarga. Selain itu, hasil dari pertanian di sawah atau ladang juga bisa dijual dan menjadi sumber pendapatan. Jika sawah dan ladang sangat populer sebagai lahan pertanian padi, namun saat musim kemarau atau musim kering datang, tanaman palawija bisa jadi solusinya.
Palawija sendiri sangat cocok untuk lahan kering karena relatif hemat air dan mudah perawatannya. Jenis palawija sangat beragam atau diartikan juga sebagai tanaman selain padi yang ditanam setelah padi di panen. Beberapa jenis palawija yang sering jadi pilihan petani untuk ditanam adalah kedelai, jagung, singkong, kacang hijau, kacang tanah, dan lain sebagainya.
Ciri-Ciri Tanaman Palawija
Palawija bukan hanya bisa ditanam di sawah atau ladang yang kering saja bahkan bisa juga ditanam di lahan gambut asal menerapkan pengaturan air yang tepat dan pemupukan yang ideal. Selain ditanam di tempat yang kering, ada berbagai ciri khas dari palawija itu sendiri, antara lain :
- Tanaman palawija sering kali berupa tanaman semusim
- Palawija bisa menjadi makanan sumber karbohidrat yang mengenyangkan pengganti padi
- Merupakan tanaman yang tumbuh di lahan masam dengan pH antara 4,5 sampai 6,5
Jenis-Jenis Palawija yang Perlu Kamu Ketahui
Tanaman palawija merupakan tanaman yang menjadi sousi bagi petani yang ingin lahan tetap produktif meskipun tidak sedang musim hujan. Jenis palawija sendiri bisa dibedakan berdasarkan tempat tumbuhnya.
Yang pertama adalah palawija yang tumbuh di dataran rendah. Contoh tanaman ini adalah jagung, kacang panjang, kedelai, kacang hijau, dan lain sebagainya. Yang kedua adalah palawija yang hidup di dataran tinggi. Contohnya adalah wortel dan kentang yang bisa tumbuh dengan subur dan sangat baik di dataran tinggi.
Apa SajaTips Menanam Palawija
Budidaya palawija bisa jadi solusi untuk mandiri pangan bagi keluara serta cara untuk memberikan nutrisi yang lebih lengkap bagi keluarga. Untuk menanam palawija ini, ada beberapa tips yang Kamu andalkan, antara lain :
- Pilih varietas yang unggul agar hasil produksinya maksimal
- Tentukan waktu tanam yang tepat
- Pengolahan lahan harus dilakukan dengan tepat agar tanah subur dan kaya unsur hara
- Atur pengairan sesuai kebutuhan tanaman
- Ketahui cara pengendalian hama dan penyakit yang beresiko menyerang tanaman palawija
Mengapa Kamu Perlu Menanam Palawija
Menanam palawija bukan hanya untuk menjadi sumber pangan bagi keluarga. Pasalnya, hasiul palawija bisa disimpan dan bisa awet seperti halnya jagung yang sudah kering, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, singkong kering atau gaplek dan lain sebagainya. Masih banyak manfaat lain dari menanam palawija, seperti halnya :
Yang pertama adalah bisa jadi solusi rotasi tanaman yang efektif sehingga kesuburan tanah bisa tetap terjaga. Yang kedua, komoditas pangan di musim kemarau tetap aman stoknya sekaligus jadi sumber makanan bergizi dan beragam. Manfaat lainnya adalah bisa jadi solusi mengisi lahan kosong selepas panen padi. Cara ini juga diandalkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman serta membantu menstabilkan pH tanah.
Akan tetapi, menanam palawija juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah harga yang kadang tidak stabil di pasaran. Hal ini yang membuat petani lebih menanam padi karena lebih menguntungkan. Lalu, cuaca yang tidak menentu jiga jadi tantangan tersendiri karena jika ada hujan di tenagh kemarau dan membuat air menggenang maka bisa menyebabkan pembusukan akar. Belum lagi ada resiko serangan hama dan penyakit yang tentunya bisa membuat hasil panen tidak optimal.